(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada awal jam perdagangan sesi AS, hari Jumat, sempat berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar $77.60 per barel, sebelum akhirnya kembali naik ke $79.89 per barel.
Harga minyak mentah WTI pada awalnya sedang bergerak naik ke arah resistance yang kritikal di $78.00 karena pemulihan ekonomi Cina dan penurunan persediaan minyak mentah sebagaimana dengan yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA) untuk minggu yang berakhir pada tanggal 24 Februari.
Namun harga minyak mentah WTI tiba – tiba berbalik turun dengan munculnya berita bahwa Uni Emirat Arab (UEA) akan keluar dari OPEC+.
Menurut Wall Street Journal, Uni Emirat Arab (UEA) sedang ada dalam perdebatan internal untuk keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Harga minyak mentah langsung turun tajam akibat berita ini.
UEA selama ini telah meminta OPEC+ untuk memberikan otorisasi bagi UEA untuk meningkatkan produksinya. Laporan dari Wall Street Journal (WSJ) menambahkan bahwa UEA sedang bertengkar dengan Arab Saudi mengenai level produksi dan juga dengan Yaman.
Sebagai reaksi awal atas laporan WSJ ini, harga minyak mentah WTI langsung jatuh ke $76.00 turun hampir 3%, sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke $79.89 per barel.
Namun reaksi awal ini tidak berlangsung lama, selanjutnya harga minyak mentah WTI kembali ke tren naiknya karena pemulihan ekonomi Cina dan penurunan persediaan minyak mentah sebagaimana dengan yang dilaporkan oleh EIA.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $79.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.71 dan kemudian $77.34. “Resistance” yang terdekat menunggu di $79.94 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $80.24 dan kemudian $81.58.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


