Harga Kedelai Naik Ikuti Harga Minyak Mentah

666
kedelai, ekspor, harga

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai naik tinggi pada hari Senin karena kenaikan harga minyak mentah akibat turunnya produksi dari negara-negara OPEC. 

Selama akhir minggu berita bahwa OPEC akan menurunkan produksi minyak mentah 1 juta barel membuat harga minyak mentah naik. 

Pada hari Senin ada laporan bulanan penggilingan kedelai dari NASS dan Laporan pengiriman ekspor mingguan. 

Pada hari Jumat ada Laporan Persediaan dan Area tanam Q1 dari NASS. 

Harga kedelai Mei di CBOT naik 16.50 sen menjadi $15.22 perbushel. Harga soymeal turun 10 sen menjadi $464.2 per ton . Harga minyak kedelai naik menjadi $56.68 . 

Harga kedelai naik pada penutupan pasar hari Senin Laporan bulanan penggilingan kedelai NASS Fats and Oils yang diproses sebesar 176.882 mbu di bulan Februari . Diatas perkiraan analis 175.7 mbu.  

Kedelai yang digiling turun 7.45% dari bulan Januari dan penggilingan per hari naik 2.5% merupakan rekor di Bulan Februari. Persediaan minyak kedelai sebesar 2.362 milyar lbs, naik 0.2% dari bulan lalu. 

Laporan harian USDA bahwa eksportir swasta menjual 20k MT minyak kedelai ke negara yang tidak dikenal untuk pengiriman 2022/23. 

Laporan pengiriman ekspor mingguan sebesar 18.337 mbu selama minggu ini sampai 30 Maret . Turun dari 32.8 mbu minggu lalu dan dari 27.28 mbu di tahun lalu pada minggu yang sama.  

Total kedelai yang dikirim sebesar 1.67 milyar bushel sampai 30 Maret. Naik 2.8% dari tahun lalu di periode yang sama. 

Pada hari Jumat Laporan Persediaan dan Area Tanam Q1 : 

  • Laporan NASS persediaan kedelai sebesar 1.685 bbu di tanggal 1 Maret lebih kecil dari rata-rata perkiraan para pedagang tapi masih termasuk dalam range perkiraan. Turun 246.4 mbu dari tahun lalu. 
  • Permintaan di Q2 sebesar 1.336 bbu, naik dibanding tahun lalu 1.205 bbu dan diatas perkiraan 1.294 bbu. 
  • Laporan NASS persediaan yang disimpan petani sebesar 749.5 mbu (44.5%) naik dibanding 750 mbu (38.8%) dari persediaan petani tahun lalu. 
  • Laporan Area tanam dari NASS sebesar 87.505 juta are area kedelai yang ditanam di 2023/24. Diatas tahun lalu di 87.45 juta are sudah ditanam dan sesuai dengan perkiraan Februari. 

Produksi kedelai Argentina diperkirakan akan turun ke terendah 20 tahun, sehingga pabrik penggilingan kedelai di Argentina perlu mengimpor 10 juta ton kedelai di 2023, Jumlah ini diperoleh dari Brazil yang panennya meningkat mencapai rekor baru. 

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama $14.62 dan berikut $14.45. Resistant pertama $15.00 berikut ke $15.32 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting  

https://www.vibiznews.com/2023/04/03/pemotongan-produksi-mengejutkan-opec-meningkatkan-harga-minyak/