(Vibiznews – Forex) EUR/USD memperpanjang penurunannya ke bawah 1.0700 di sekitar 1.0689 pada jam perdagangan sesi Asia hari Rabu. Sikap pasar yang berbalik menjadi berhati-hati dan komentar – komentar dari pada pejabat Federal Reserve membantu dolar AS mengumpulkan kekuatannya sehingga membuat pasangan matauang EUR/USD tertekan turun.
Setelah menderita kerugian terus menerus belakangan ini, dolar AS mengalami pemulihan dengan membaiknya yields obligasi AS. Indeks dolar AS pada hari Selasa sempat naik 0.50% ke 105.567 sebelum akhirnya terkoreksi sedikit dan pada hari Rabu pagi berada di 105.412.
Yields obligasi treasury AS mengalami kenaikan dengan benchmark jangka panjang 10 tahun berada di 4.63% sedangkan jangka pendek 2 tahun berada di 4.95%.
Optimisme pasar memudar sejak jam perdagangan sesi Asia dilanjutkan ke sesi Eropa dan AS hari Selasa kemarin, dengan indeks saham lokal memburuk. Hal ini membebani pasangan matauang EUR/USD.
Data neraca perdagangan Cina bulan Oktober yang keluar, menunjukkan berkurangnya surplus perdagangan menjadi $56.53 miliar, kurang dari yang diperkirakan pasar penambahan menjadi $81.95 miliar dari angka sebelumnya sebesar $77.71 miliar. Selain itu, data ekspor Cina per tahun juga mengalami penurunan yang signifikan sebesar 6.4%, lebih besar dari yang diperkirakan, penurunan hanya sebesar 3.1% sehingga membuat sentimen pasar menjadi negatip.
EUR/USD juga dibebani dengan Jerman mempublikasikan data Industrial Production bulan September yang jatuh sebesar 1.4% M0M, lebih buruk daripada yang diperkirakan. Selain itu, angka inflasi, Producer Price Index (PPI), naik sebesar 0.5% MoM pada area Euro bulan September.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.0665 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0620 dan kemudian 1.0590. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0710 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0760 dan kemudian 1.0805.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



