(Vibiznews – Commodity) Harga jagung berjangka di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) pada hari Rabu bergerak turun tertekan penguatan dolar AS.
Terpantau harga jagung berjangka kontrak bulan Maret 2024 bergerak turun 0,26% pada $4.1790 per bushel.
Indeks dolar AS pada hari Rabu bergerak naik menjelang rilis risalah pertemuan The Fed.
Sebelumnya pada hari Selasa, harga jagung berjangka ditutup naik terdukung aksi short covering dan pelemahan dolar AS.
Harga jagung berjangka kontrak bulan Maret 2024 pada hari Selasa berakhir naik 0,54% pada $4.1875 per bushel.
Pasokan komoditas biji-bijian global yang melimpah dan lemahnya permintaan pasokan dari AS telah menekan kontrak berjangka jagung CBOT selama berbulan-bulan, sehingga mendorong spekulan untuk melakukan investasi besar-besarandi pasar tersebut. Namun perhatian mulai beralih ke musim tanam di AS dan risiko cuaca, juga adanya ketegangan politik meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga jagung akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika terus meningkat akan menekan harga jagung. Harga jagung diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.15-$4.12. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.22-$4.25.



