(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (26/2), terpantau melemah 13,185 poin (0,18%) ke level 7.281,910 setelah dibuka turun ke level 7.271,249.
IHSG bergerak terkoreksi di hari keempatnya dekat level hampir 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor barunya, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan menguat di sekitar level rekor baru kembali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,13% atau 20 poin ke level Rp 15.630, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik terbatas setelah melandai di sesi global sebelumnya; dalam rentang terbatas di antara investor masih mencari arah untuk estimasi waktu penurunan suku bunga the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.610, serta terpantau terkoreksi di hari keduanya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 23,846 poin (0,33%) ke level 7.271,249. Sedangkan indeks LQ45 turun 7,089 poin (0,71%) ke level 987,067. Siang ini IHSG melemah 13,185 poin (0,18%) ke level 7.281,910. Sementara LQ45 terlihat turun 0,45% atau 4,454 poin ke level 989,702.
Tercatat saat ini sebanyak 231 saham naik, 282 saham turun dan 243 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini mixed, di antaranya Nikkei yang melaju 0,35%, dan Hang Seng yang turun 0,57%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Astra Graphia (ASGR) -7,89%, Trimegah Bangun (NCKL) -3,80%, Indosat (ISAT) -3,42%, dan Unileber (UNVR) -3,35%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi di hari keempatnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed serta Wall Street yang berakhir pekan sekitar level rekornya.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan di area konsolidasi dan mengurangi loss, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.370 dan 7.401. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.181, dan bila tembus ke level 7.103.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



