(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga pada hari Senin mengalami tekanan karena tarif impor dari AS, aktivitas industri meningkat di Cina memberikan harapan akan peningkatan permintaan.
Harga tembaga di the London Metal Exchange (LME) naik 0.1% menjadi $9,368 per metrik ton.
Presiden AS merencanakan untuk menambahkan tariff tambahan 10% untuk barang-barang dari Cina, sehingga menjadi tariff dikenakan dua kali pada 4 Februari
Kesehatan ekonomi Cina sangat penting bagi permintaan logam industri karena Cina merupakan konsumen terbesar dan juga Cina bergantung pada logam industri untuk manufaktur di negera itu.
Indeks pembelian (PMI ) Cina diperkirakan akan pulih tetapi tariff menghalangi pemulihannya. PMI Cina dibulan Februari naik setelah mengalami penurunan pada bulan-bulan sebelumnya. Produksi meningkat tetapi indeks untuk pesanan ekspor baru turun.
Pedagang menantikan hasil pertemuan dari Konggres Cina yang membahas potensi ekonomi Cina sehingga memberi optimisme lebih lanjut.
China National People Congress (NPC) dijadwalkan tanggal 5 Maret diperkirakan akan mengumumkan lebih banyak stimulus, karena adanya perang tarif membuat kekhawatiran atas permintaan yang lambat.
Data manufacturing AS menjadi fokus diperkirakan adanya ekspansi pada bulan Februari namun lebih lambat dari bulan Januari
Sementara harga aluminium di berjangka dan tunai yang semakin lebar membuat kekhawatiran bahwa persediaan sedikit pasar LME. Membuat terjadinya premium.
Sejak bulan Februari, harga aluminium tunai diperdagangkan lebih tinggi terhadap aluminium kontrak 3 bulan.
Melemahnya dolar AS membuat harga logam industri meningkat.
Harga logam lainnya di LME
- Harga aluminium naik 0.3% menjadi $2,614 per ton
- Harga Nikel naik 1.8 % menjadi $15,715
- Harga Zinc naik 15% menjadi $2,834
- Harga Timbal turun 0.1% menjadi $1,991
- Harga Timah masih tetap di $31,330
Analisa teknikal untuk tembaga
support pertama di $9,329 terus turun ke $9,255
Resistant pertama di $9,403 dan berikut ke $9,476
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



