IHSG Jumat Ditutup Menguat ke Level 8.660; Searah Bursa Global, Dow Cetak Rekor

1116
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (12/12), terpantau menguat 40,018 poin (0,46%) ke level 8.660,499 setelah dibuka turun ke level 8.605,312.

IHSG bergerak dari dua zona lalu rebound dari koreksi kemarin, sedangkan bursa kawasan Asia sore ini umumnya menguat setelah pemangkasan bunga the Fed, serta mengikuti Wall Street di mana Dow Jones dan S&P500 mencetak rekor baru.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,10% atau 17 poin ke level Rp 16.653, dengan dollar AS di pasar uang Eropa naik terbatas setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya, berupaya bangkit dari 2 minggu terendahnya yang tertekan arah kebijakan the Fed yang kurang hawkish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.670, serta terpantau menanjak bertahap di hari keduanya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 15,169 poin (0,18%) ke level 8.605,312. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,540 poin (0,54%) ke level 842,550. Siang ini IHSG menguat 38,635 poin (0,45%) ke level 8.659,116. Sementara LQ45 terlihat turun 0,14% atau 1,180 poin ke level 845,910.

IHSG kemudian bergerak fluktuatif dan ditutup menguat 40,018 poin (0,46%) ke level 8.660,499. Sementara LQ45 terlihat naik 0,15% atau 1,270 poin ke level 848,360. Tercatat saat ini sebanyak 275 saham naik, 377 saham turun dan 148 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,37%, dan Hang Seng yang menanjak 1,75%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa dari dua zona lalu rebound, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya menguat setelah pemangkasan bunga the Fed, serta mengikuti Wall Street.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih rangebound di bawah rekor, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.749 dan 8.800. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,564 dan bila tembus ke level 8,361.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group