Rekomendasi Harga Minyak 29 Januari 2026 : Terdukung Ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina

146

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik tajam pada hari Rabu terpicu ketegangan geopolitik AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 1,31% pada $63,21 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 1,17% pada $67,37 per barel.

Harga minyak mentah naik tajam pada hari Rabu, mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terpicu ketegangan AS-Iran, setelah Presiden Trump mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran kecuali Iran bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan nuklir. Serangan AS terhadap Iran dapat mengganggu pasokan minyak dari produsen terbesar keempat OPEC.

Harga minyak mentah juga mendapat dukungan dari laporan mingguan EIA pada hari Rabu, yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah secara tak terduga menurun dan pasokan bensin meningkat kurang dari yang diperkirakan.
Namun penguatan dolar AS pada hari Rabu membatasi kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah juga mendapat dukungan setelah perundingan Rusia-Ukraina tidak mencapai kesepakatan. Rusia mengatakan bahwa “masalah teritorial” tetap belum terselesaikan dengan Ukraina, dan “tidak ada harapan untuk mencapai penyelesaian jangka panjang” terhadap perang sampai tuntutan Rusia atas wilayah di Ukraina diterima. Prospek berlanjutnya perang Rusia-Ukraina akan mempertahankan pembatasan terhadap minyak mentah Rusia dan berdampak positif bagi harga minyak.

Laporan mingguan EIA pada hari Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah EIA secara tak terduga menurun sebesar -2,3 juta barel dibandingkan ekspektasi peningkatan sebesar +1,95 juta barel.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.

Juga akan dirilis data Balance of Trade November AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan adanya ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang memicu prospek gangguan pasokan. Penurunan pasokan minyak mentah mingguan AS juga menguatkan harga minyak. Jika malam nanti data Initial Jobless Claim AS terealisir meningkat dan data Balance of Trade November AS terealisir menurun, dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $65,03-$66,85. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $61,73-$60,25.