(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Rabu sore ini (18/2), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, menambah sedikit loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah mendatar di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini ini melemah 0,24% atau 41 poin ke level Rp 16.880 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.839. Rupiah terpantau terkoreksi di hari ketiganya ke sekitar 1,5 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.839 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.885, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.880.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah mendatar di sesi global sebelumnya; bertengger sekitar seminggu tertingginya di tengah naiknya tensi geopolitik kawasan Iran serta investor menghindari aset berisiko.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 97,26, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,10.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi menguat 97,956 poin (1,19%) ke level 8.310,227, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat dipimpin Nikkei oleh melesatnya ekspor Jepang sementara bursa lain banyak yang masih libur Imlek, serta mencermati Wall Street yang semalam menguat namun terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.883 – Rp16.705.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



