(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bertahan dikisaran tertinggi dalam sepekan pada perdagangan forex Asia hari Kamis (26/2/2026) di tengah usaha rebound dolar AS dari posisi terendahnya.
Dolar AS berusaha pulih setelah mendapat tekanan kuat karena ketidakpastian seputar prospek kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS muncul dari putusan Mahkamah Agung yang menentang tarif Presiden Donald Trump, yang disebut melanggar hukum karena didukung oleh kekuasaan darurat ekonomi.
Sentimen perdagangan global dikhawatirkan oleh mitra dagang AS dapat meminta revisi kesepakatan perdagangan, sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan dari putusan MA.
Namun, Presiden AS Trump telah memperingatkan akan adanya bea masuk yang lebih tinggi jika ada negara yang berniat untuk melanggar kesepakatan perdagangan.
Dari sisi poundsterling, prospeknya tidak pasti karena Bank of England (BoE) diperkirakan akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneternya pada bulan Maret.
Secara teknikal, pair konsolidasi dengan bias positif dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi bergerak menuju resisten kuatnya.
Kini pair berada di posisi 1.3556 yang turun menuju posisi 1.3535. Dan jika tembus akan lanjut turun menuju support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3520 akan berbalik arah dan berusaha melaju menuju 1.3574, jika tembus lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3670 | 1,3616 | 1,3587 | 1.3535 | 1.3505 | 1.3452 | 1.3422 |



