IHSG Rabu Pagi Merosot 1,8% ke Level 7.801; Regional dan Global Merah, Aksi Jual di Eskalasi Perang

113

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu pagi ini (4/3), terpantau merosot tajam 139,055 poin (1,75%) ke level 7.800,712 setelah dibuka turun ke level 7.843.023.

IHSG bergerak melanjutkan bearish-nya di hari keempat ke sebulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dengan Kospi jatuh sampai 7% di tengah berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan tertekan di pasar yang volatile.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,35% atau 59 poin ke level Rp 16.913, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melaju 2 hari sesi global sebelumnya; rally di sekitar 6 minggu terkuatnya di antara meningkatnya permintaan safe haven dunia.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.854, serta terpantau tergelincir di hari keempat ke sekitar 1,5 minggu terlemahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG Melemah 96,744 poin (1,22%) ke level 7.843.023. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,290 poin (0,41%) ke level 802,310. Pagi ini IHSG melemah 139,055 poin (1,75%) ke level 7.800,712. Sementara LQ45 terlihat turun 1,56% atau 12,590 poin ke level 793,010.

Tercatat saat ini sebanyak 138 saham naik, 517 saham turun dan 303 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir subuh tadi dengan serempak ketiga indeks acuannya tertekan aksi jual oleh memanjangnya perang US-Israel dengan Iran ini yang menimbulkan ketidakpastian pasar. Pasar bergerak liar volatile dan ditutup dalam koreksi. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau merah, di antaranya Nikkei yang merosot 3,64%, dan Hang Seng yang turun 1,56%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan aksi jual dalam pasar bearish di hari keempatnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah dengan Kospi jatuh sampai 7% di tengah berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan tertekan.

Berikutnya IHSG kemungkinan tetap bearish di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.245 dan 8.437. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,712 dan bila tembus ke level 7,481.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group