(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong menghentikan penurunan selama 3 hari berturut oleh aksi bargain hunting pada perdagangan hari Kamis (5/3/2026) setelah dalam pertemuan parlemen tahunan Tiongkok memberi sinyal pergeseran menuju penyeimbangan ekonomi.
Indeks harian Hang Seng rebound kuat dari level terendah dalam 10 pekan setelah Tiongkok menetapkan target pertumbuhan 2026 sebesar 4,5%–5% dari laju sekitar 5% dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam rencana lima tahun ke-15 Beijing menjanjikan peningkatan pengeluaran untuk inovasi, industri teknologi tinggi, penelitian ilmiah, dan konsumsi rumah tangga, sambil mempertahankan defisit fiskal sebesar 4,0% dari PDB dan inflasi mendekati 2,0%.
Namun, penguatan awal memudar karena indeks saham berjangka AS turun tajam akibat meningkatnya risiko geopolitik, bahkan setelah Presiden Trump berjanji akan memberikan perlindungan bagi perusahaan pelayaran setelah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran.
Indeks Hang Seng ditutup naik 0,3% dan ditutup pada 25.321, namun indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,87% menjadi 8.451,43.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2026 bergerak negatif dengan berakhir naik 0,22% menjadi 25187.
Saham-saham yang support rebound Hang Seng seperti Saham-saham unggulan antara lain Akeso Inc. (7,0%), AIA Group (5,1%), XPeng (2,8%), dan Sun Hung Kai Properties (2,4%).



