IHSG Kamis Siang Menguat 0,5% ke Level 7.429; Konsolidasi, Bergerak di Dua Zona

84
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (12/3), terpantau menguat 39,378 poin (0,53%) ke level 7.428,777 setelah dibuka naik ke level 7.413.213.

IHSG bergerak fluktuatif di dua zona dalam fase konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah volatilitas harga minyak dunia dan masih berlanjutnya perang di Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir kembali melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.900, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; melaju sekitar 7,5 minggu terkuatnya di tengah investor yang tetap berhati-hati dengan berlanjutnya perang Iran dan harga minyak yang menanjak lagi.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.865, serta terpantau terkoreksi kembali di hari kedua.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 23,814 poin (0,32%) ke level 7.413.213. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,340 poin (0,18%) ke level 753,590. Siang ini IHSG menguat 39,378 poin (0,53%) ke level 7.428,777. Sementara LQ45 terlihat naik 0,74% atau 5,530 poin ke level 757,780.

Tercatat saat ini sebanyak 272 saham naik, 376 saham turun dan 164 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,92%, dan Hang Seng yang turun 1,23%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam konsolidasi di dua zona, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah volatilitas harga minyak dunia dan masih berlanjutnya perang di Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir kembali terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih di fase konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.897 dan 8.134. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,156 dan bila tembus ke level 7,026.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group