(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang belum berhasil capai rekor tertinggi indeks utamanya pada perdagangan hari Rabu (15/4/2026) di tengah harapan akan solusi diplomatik untuk perang di Timur Tengah.
Indeks harian Nikkei ditutup mendekati level rekor yang terlihat sebelum konflik Timur Tengah dimulai dan masih di kisaran tertinggi dalam 6 pekan yang disupport oleh lonjakan saham-saham unggulan.
AS dan Iran dilaporkan sedang mempersiapkan putaran kedua pembicaraan perdamaian dalam beberapa hari mendatang karena ketegangan di Selat Hormuz memperdalam krisis energi global.
Harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran atas inflasi dan potensi pengetatan kebijakan bank sentral.
Sementara itu, Bank Sentral Jepang dilaporkan mempertimbangkan untuk menaikkan perkiraan inflasi pada pertemuan kebijakan bulan ini untuk mencerminkan biaya energi yang lebih tinggi, meskipun diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Indeks harian Nikkei naik 0,44% dan ditutup pada 58.134, demikian untuk indeks Topix naik 0,4% menjadi 3.770.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 naik 0,57% pada posisi 58360.
Saham-saham yang kembali tinggikan Nikkei seperti SoftBank Group (4,8%), Advantet (2,2%), Mitsubishi UFJ (2,2%), Hitachi (5,3%), dan Shin-Etsu Chemical (1,7%).



