Rekomendasi Forex EUR/USD 23 April 2026 : Dapat Terbebani Data Ekonomi dan Kenaikan Harga Minyak

91

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Rabu setelah data indeks kepercayaan konsumen Zona Euro menurun.

Pasangan mata uang EUR/USD jatuh ke level terendah dalam 1 minggu dan ditutup turun 0,32% pada 1.1705.

Euro turun setelah indeks kepercayaan konsumen Zona Euro April turun lebih dari yang diperkirakan ke level terendah dalam 3,25 tahun.

Indeks kepercayaan konsumen Zona Euro pada bulan April turun -4,2 menjadi level terendah dalam 3,25 tahun di angka -20,6, lebih lemah dari perkiraan -17,2.

Euro juga tertekan komentar dovish dari anggota Dewan Gubernur ECB, Kazaks dan Simkus, membebani euro, karena mereka mengatakan ECB harus mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah dalam jangka pendek.

Anggota Dewan Gubernur ECB, Martins Kazaks, mengatakan tidak ada urgensi bagi ECB untuk menaikkan suku bunga dari 2%, karena data saat ini belum membenarkan langkah tersebut.

Anggota Dewan Gubernur ECB, Gediminas Simkus, mengatakan ECB seharusnya tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan April, tetapi ia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.

Selain itu, tindakan pemerintah Jerman pada hari Rabu untuk memangkas perkiraan PDB 2026 menjadi 0,5% dari 1,0% berdampak negatif bagi euro.

Terakhir, kenaikan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Rabu berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

Swap memperhitungkan kemungkinan 13% kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan 30 April.

Sore nanti akan dirilis data S&P Global Manufacturing, Composites, Services PMI Flash April Zona Euro dan Jerman, yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS terjadi. Juga jika data S&P Global Manufacturing, Composites, Services PMI Flash April Zona Euro dan Jerman terealisir turun, akan menekan Euro. Kenaikan harga minyak juga dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1684-1.664. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1744-1.1784.