IHSG Jumat Siang Terkoreksi Tipis ke Level 7.168; Konsolidasi setelah 4 Hari Rally

120
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (8/5), terpantau terkoreksi tipis 5,853 poin (0,08%) ke level 7.168,468 setelah dibuka turun ke level 7.158.176.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking setelah 4 hari rally di 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz yang mendorong koreksi dari gain kemarin, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam menurun dari rekor sebelumnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.370, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan setelah menanjak oleh memanasnya lagi tensi geopolitik konflik Timur Tengah.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.335, serta terpantau terkoreksi setelah 2 hari rebound.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,145 poin (0,23%) ke level 7.158.176. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,990 poin (0,43%) ke level 690,800. Siang ini IHSG melemah 5,853 poin (0,08%) ke level 7.168,468. Sementara LQ45 terlihat turun 0,33% atau 2,270 poin ke level 696,060.

Tercatat saat ini sebanyak 245 saham naik, 398 saham turun dan 168 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,55%, dan Hang Seng yang merosot 1,09%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking dari 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menurun dari rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group