Harga Minyak Brent 9 Juni Terjun ke Terendah Sepekan Lebih, Demand Tiongkok Lemah

333
harga minyak mentah

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia jenis Brent terkoreksi cukup signifikan  pada perdagangan  komoditas internasional sesi New York hari Selasa (9 /6/2026) setelah sempat bergerak lebih tinggi.

Harga minyak Brent turun lebih dari 3%  setelah Israel dan Iran sepakat untuk menghentikan serangan menyusul peningkatan kembali permusuhan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menghentikan serangan tetapi memperingatkan akan menanggapi serangan lebih lanjut dari Teheran, sementara media Iran melaporkan posisi serupa.

Presiden Donald Trump mengatakan pekan ini bahwa negosiasi memasuki tahap akhir dan hasil yang lebih jelas dapat muncul dalam beberapa hari. Ia juga mengatakan AS dapat menyatakan kemenangan total dalam konflik tersebut dalam dua minggu.

Sementara itu, impor minyak mentah China turun menjadi sekitar 7,8 juta barel per hari bulan lalu, level terendah dalam lebih dari delapan tahun dan hampir 4 juta barel per hari di bawah rata-rata tahun 2025.

Permintaan yang lebih lemah dari importir minyak terbesar di dunia, dikombinasikan dengan rekor ekspor AS dan pelepasan cadangan darurat, telah membantu membatasi dampak harga dari konflik tersebut.

Harga minyak tetap di atas level sebelum perang tetapi jauh di bawah level tertinggi baru-baru ini.

Kini harga spot minyak Brent  berada di posisi $91,28 atau turun 3,23% di posisi terendah dalam sepekan lebih, demikian untuk kontrak berjangka bulan Agustus 2026 yang paling banyak diperdagangkan turun 3,07%  menjadi $91,19 per barel.

Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)  turun 3,97% menjadi $87,69 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 93,10 – 98,80 dan support di 90,20 – 87,80.