(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD masih bergerak positif melanjutkan rebound kuat sebelumnya pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (12/6/2026) setelah sempat terjun ke posisi terendah dalam 2 bulan.
Performa ini menempatkan mata uang Inggris tersebut berada di jalur kinerja mingguan terkuatnya dalam hampir satu bulan terakhir.
Poundsterling Inggris mendapat kekuatan dari melemahnya nilai tukar dolar AS, seiring mencuatnya optimisme pasar global atas potensi tercapainya kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.
Namun, kekhawatiran ekonomi domestik membebani sentimen. Data menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi sebesar 0,1% pada bulan April, penurunan bulanan pertamanya sejak Agustus, menimbulkan keraguan tentang apakah Bank of England akan melanjutkan kenaikan suku bunga tahun ini untuk mengatasi inflasi.
Lihat: Ekonomi Inggris Mulai Melemah, PDB April Kontraksi Akibat Ketegangan Timur Tengah
Investor juga fokus pada pemilihan sela Makerfield 18 Juni, di mana Andy Burnham dari Partai Buruh, calon penantang Perdana Menteri Keir Starmer, dapat menandakan pergeseran ke arah kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
Starmer saat ini menghadapi perbedaan pendapat internal partai dan ketidakpuasan pemilih yang tinggi atas kepemimpinan ekonominya.
Secara teknikal, pair sedang dalam konsolidasi ketat di area resistennya. Menurut analyst Vibiz Research Center pair dalam bias positif jangka pendek selama mampu bertahan di atas level $1,3400.
Kini pair berada di posisi 1.3417 yang berusaha berusaha mendaki ke posisi 1.3425, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tertahan di bawah 1.3425 berpotensi turun kembali menuju 1.3382. Jika berhasil lanjut turun ke posisi support kuat di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3565 | 1,3498 | 1,3457 | 1.3390 | 1.3348 | 1.3282 | 1.3240 |







