Wall Street Awal Pekan Spektakuler: Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi dan Nasdaq Meroket 3%

132

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street mencatatkan pergerakan luar biasa pada perdagangan awal pekan yang berakhir hari Selasa dinihari (16/06/2026).

Sentimen positif yang masif melanda pasar keuangan Amerika Serikat setelah konflik geopolitik besar di Timur Tengah  menemui titik damai, memicu aksi beli besar-besaran saham sejak awal sesi hingga  mengantarkan indeks Dow Jones memecahkan rekor penutupan tertinggi baru dalam sejarah.

Pada penutupan perdagangan, indeks utama Wall Street kompak berakhir dengan keuntungan signifikan.  Nasdaq memimpin dengan meroket  795,10 poin atau 3,1 persen ke posisi 26.683,94.

Sementara itu, indeks S&P 500 melonjak 122,83 poin atau 1,7 persen ke level 7.554,29, dan indeks Dow Jones ditutup naik 468,77 poin atau 0,9 persen ke level rekor barunya di 51.671,03.

Pemicu utama rally saham yang spektakuler di Wall Street kali ini adalah pengumuman resmi terkait perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri perang selama lebih dari tiga bulan.

Presiden Donald Trump melalui unggahan di platform Truth Social menyatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran kini telah selesai. Dalam kesepakatan tersebut, blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran segera dicabut, dan yang paling krusial adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol.

Trump mengklarifikasi bahwa jalur maritim vital tersebut akan dibuka penuh setelah upacara penandatanganan hari Jumat mendatang guna memberikan waktu untuk proses pembersihan ranjau.

Kesepakatan ini mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Jangka waktu tersebut akan digunakan oleh kedua belah negara untuk menegosiasikan perjanjian pengayaan nuklir Iran serta pembuangan uranium yang telah diperkaya tinggi.

Merespons kabar damai ini, harga minyak mentah berjangka AS langsung ambruk lebih dari 4%. Penurunan tajam biaya energi ini secara otomatis meredakan kecemasan pasar akut terhadap prospek inflasi global.

Dari sisi data perekonomian dalam negeri, Federal Reserve melaporkan produksi industri AS pada bulan Mei tumbuh moderat sebesar 0,1%. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%, namun data bulan April direvisi naik cukup signifikan menjadi 0,9%.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor saham menikmati keuntungan dari meredanya tensi geopolitik ini, kecuali sektor energi yang tertekan oleh penurunan harga minyak mentah.

  • Sektor Emas: Bergerak naik tajam mengikuti penguatan harga logam mulia dengan NYSE Arca Gold Bugs Index  melonjak 6,2%.
  • Sektor Semikonduktor: Menjadi salah satu motor penggerak utama pasar dengan Philadelphia Semiconductor Index meroket 5,5%.
  • Saham-saham di bidang perangkat keras komputer, maskapai penerbangan, perangkat lunak, dan perdagangan ritel juga membukukan kinerja  kuat sepanjang sesi.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa berakhirnya ketegangan di Selat Hormuz memberikan fondasi yang kuat bagi Wall Street untuk melanjutkan tren bullish. Fokus pasar selanjutnya akan beralih pada rilis kebijakan suku bunga perdana oleh Ketua Fed Kevin Warsh pada pertengahan pekan ini.