(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro bergerak turun pada hari Rabu, 17 Juni 2026, terbebani penguatan dolar AS dan harga minyak.
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak turun 0,10% pada 1.1597.
Pasar masih diliputi ketidakpastian kesepakatan AS-Iran, sehingga memicu kehati-hatian menantikan penandatangan kesepakatan tersebut yang direncanakan dilaksanakan hari Jumat mendatang.
Ketidakpastian tersebut mengangkat harga minyak, dengan para pedagang masih berhati-hati melakukan tindakan untuk distribusi pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak mendukung penguatan dolar AS, yang memicu ekspektasi kenaikan inflasi.
Dolar AS juga bergerak naik menjelang keputusan suku bunga Fed hari Kamis dinihari nanti. Juga akan mencermati pernyataan ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, apakah bernada hawkish terhadap kebijakan suku bunga Fed.
Namun penurunan Euro dibatasi, setelah Inflasi inti bulan Mei Zona Euro, secara tahunan naik melebihi perkiraan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pasangan mata uang EUR/USD dapat bergerak turun, terbebani penguatan dolar AS dan harga minyak. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1584-1.1570. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1615-1.1632.








