Poundsterling Masih Tertekan Pasca Buruknya Data Inflasi Inggris Bulan Mei

67

(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD sedikit melemah dari sesi sebelumnya  pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (17/6/2026) setelah tertekan merespon laporan inflasi Inggris bulan Mei.

Poundsterling Inggris yang pada sesi Asia mendapat kekuatan  dari koreksi dolar AS berbalik arah dari posisi resistennya setelah rilis data inflasi Inggris bulan Mei lebih rendah dari  perkiraan jelang pengumuman kebijakan BOE esok hari.

Inflasi harga konsumen Inggris secara tak terduga tetap stabil di 2,8% pada bulan Mei, di bawah ekspektasi kenaikan menjadi 3%. Inflasi inti meningkat menjadi 2,6%, sedikit di bawah perkiraan 2,7%, sementara inflasi jasa meningkat menjadi 3,7% dari 3,2%, secara umum sesuai dengan ekspektasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga yang mendasarinya kurang terasa daripada yang dikhawatirkan, memperkuat pendekatan hati-hati dan menunggu yang disukai oleh beberapa pembuat kebijakan Bank of England.

Analis Vibiz Research Center melihat data inflasi harga konsumen Inggris yang melmabat tersebut memberikan pembenaran bagi Bank of England (BoE) untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Secara teknikal, pergerakan GBPUSD membentuk pola konsolidasi datar sehingga jika sentimen FOMC melemahkan dolar AS akan dorong poundsterling melaju ke posisi tertinggi.

Kini pair berada di posisi 1.3408 yang tertekan turun kembali  menuju posisi terendah 1.3398. Jika berhasil akan lanjut menguji    posisi 1.3390 sebelum kemudian ke S2.

Namun jika konsolidasi terus di kisaran 1.3410 berpotensi akan kembali melaju ke posisi resisten kuatnya di R1 sebelum melewati batas atas 1.3435.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
1,3502 1,3470 1,3448 1.3420 1.3395 1.3366 1.3343