Rekomendasi Harga Minyak 9 Juli 2026 : Naik Terpicu Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz

99

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak pada hari Rabu, terpicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, yang mengancam akan menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz dan membatasi pasokan minyak global.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir melonjak 4,37% pada $73,52 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir melonjak 5,20% pada $78,02 per barel.

Harga minyak mentah melonjak pada hari Rabu setelah AS melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, meningkatkan prospek ketegangan baru di kawasan tersebut yang dapat mengganggu pasokan energi.

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu setelah Presiden Trump mengatakan AS kemungkinan akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran dan dapat melanjutkan blokade pelabuhan negara tersebut.

Iran menanggapi dengan mengatakan akan menutup Selat Hormuz untuk semua lalu lintas maritim sebagai tanggapan terhadap serangan AS apa pun, dan tidak akan melepaskan kendali atas Selat tersebut dan siap untuk berjuang mempertahankan kendalinya atas jalur air tersebut.

Harga minyak mentah juga mendapat dukungan pada hari Rabu dari lonjakan selisih harga minyak mentah (crash crack spread) ke rekor tertinggi. Meningkatnya selisih harga tersebut mendorong kilang untuk meningkatkan pembelian minyak mentah mereka dan memurnikannya menjadi bensin dan distilat.

Laporan mingguan EIA pada hari Rabu menunjukkan hasil yang beragam untuk minyak mentah dan produk-produknya. Di sisi positif, pasokan bensin EIA turun -1,9 juta barel, penurunan yang lebih besar dari perkiraan -1,7 juta barel. Selain itu, persediaan distilat EIA secara tak terduga turun -4,38 juta barel dibandingkan dengan perkiraan peningkatan +1,05 juta barel. Di sisi negatif, persediaan minyak mentah AS meningkat +3,0 juta barel dibandingkan ekspektasi penurunan -1,9 juta barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak naik dengan meningkatnya ketegangan A-Iran yang menutup jalur pelayaran pengiriman minyak di Selat Hormuz, sehingga memicu sentimen penurunan pasokan, sehingga menguatkan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $75,82-$78,11. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $71,49-$69,45.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $80,59-$83,17. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $75,44-$72,87.