Harga Minyak Sawit Rabu Melemah Tertekan Profit Taking

97
sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia terpantau melemah pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (22/7/2026), dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) para investor serta rilis data pelemahan permintaan dari negara importir utama.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan, yaitu kontrak acuan untuk pengiriman bulan Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives (BMD), diperdagangkan terkoreksi ke kisaran MYR4.609 hingga MYR4.610 per metrik ton. Koreksi ini membuat pergerakan harga CPO sedikit menjauhi level tertinggi dalam empat pekan terakhir yang sempat tersentuh pada sesi sebelumnya.

Mengikuti tren pelemahan di pasar global, harga CPO di pasar domestik pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) hari ini juga mencatatkan penurunan. Harga tercatat turun sebesar Rp102 menjadi Rp15.675 per kilogram, dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang bertengger di level Rp15.777 per kilogram.

Pelemahan harga CPO global hari ini turut dipengaruhi oleh pergerakan yang lesu dari harga minyak nabati pesaing, seperti minyak kedelai di bursa Tiongkok (Dalian) dan Chicago Board of Trade (CBOT). Penurunan harga pada minyak nabati substitusi ini cenderung membatasi daya tarik minyak sawit di pasar global.

Dari sisi fundamental, sentimen negatif datang dari melemahnya permintaan ekspor. Laporan terbaru menunjukkan bahwa impor minyak sawit dari India, yang merupakan salah satu pembeli utama di dunia, merosot tajam menyentuh level terendah dalam 14 bulan terakhir pada bulan Juni lalu.

Meski demikian, tekanan terhadap harga agar tidak jatuh lebih dalam berhasil dibatasi oleh prospek pengetatan pasokan secara global. Pelaku pasar masih menaruh ekspektasi tinggi terhadap penyerapan domestik di Indonesia yang dipastikan meningkat seiring berjalannya masa transisi mandatori biodiesel dari B40 menuju B50.

Ke depan, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) memproyeksikan bahwa harga CPO masih memiliki landasan yang cukup kuat. MPOC memprediksi harga minyak sawit akan bergerak solid pada rentang MYR4.400 hingga MYR4.650 per ton pada bulan Agustus 2026, ditopang oleh potensi menguatnya harga energi global di tengah dinamika geopolitik yang belum mereda.