(Vibiznews – Index) Pergerakan Indeks Nikkei 225 pada perdagangan hari ini, Selasa, 28 Juli 2026, terpantau mengalami tekanan jual yang sangat berat pada awal sesi, menghapus penguatan yang sempat dicetak pada penutupan hari Senin kemarin.
Pada perdagangan awal pekan hari Senin, Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,50% atau naik 320,04 poin ke level 64.931,19. Pemulihan bursa saham Tokyo kemarin ditopang oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Jeda konflik tersebut memicu koreksi tajam pada harga minyak mentah Brent yang turun ke level $85,87 per barel.
Penurunan biaya energi ini direspons sangat positif oleh pasar Jepang, memicu aksi beli pada saham-saham sektor bernilai (value shares) serta saham konsumer dan otomotif seperti Nintendo yang melesat 6,6% dan Toyota Motor yang naik 2,4%.
Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Membuka sesi perdagangan Selasa pagi ini, Indeks Nikkei 225 langsung anjlok tertekan aksi jual. Berdasarkan data pergerakan hingga pukul 07.40 WIB, indeks tercatat merosot tajam 3,70% ke level 62.528,13.
Pelemahan drastis pada pagi hari ini utamanya dipicu oleh kejatuhan berlanjut pada saham-saham sektor teknologi dan semikonduktor, mengekor pergerakan bursa Wall Street semalam. Di bursa Amerika Serikat, indeks padat teknologi Nasdaq merosot 0,18%, ditekan oleh anjloknya saham Nvidia sekitar 5% menyusul kekhawatiran terkait dukungan infrastruktur pusat data berskala besar. Koreksi ini bahkan membuat kapitalisasi pasar Nvidia resmi digeser oleh Apple.
Skeptisisme investor global mengenai beban investasi yang tinggi dan lambatnya imbal hasil dari sektor kecerdasan buatan (AI) terus membayangi emiten cip Jepang. Kondisi ini menekan bursa Tokyo meskipun secara keseluruhan Wall Street ditutup beragam, di mana Dow Jones sempat menguat 0,51% dan S&P 500 naik marjinal 0,02%. Saat ini, pelaku pasar juga cenderung menahan diri untuk merombak portofolio secara agresif sembari menanti rilis keputusan suku bunga dari Federal Reserve serta laporan keuangan utama dari raksasa teknologi.
Analisis Teknikal: Support, Resistance, dan Pivot
Berdasarkan data pergerakan Indeks Nikkei 225 pada sesi perdagangan pagi ini dengan level Tertinggi di 64.573,18, Terendah di 62.384,59, dan level harga terakhir di 62.528,13, berikut adalah proyeksi teknikal intraday untuk sisa perdagangan hari ini:
| Indikator Teknikal | Level Indeks | Keterangan |
| Resistance 2 (R2) | 65.350,56 | Target resisten kedua jika indeks mampu memutar arah tren secara drastis. |
| Resistance 1 (R1) | 63.939,35 | Tahanan atas pertama untuk mengonfirmasi upaya technical rebound. |
| Pivot Point (P) | 63.161,97 | Titik keseimbangan pergerakan harga intraday hari ini. |
| Support 1 (S1) | 61.750,76 | Bantalan bawah pertama penahan laju koreksi. |
| Support 2 (S2) | 60.973,38 | Target support krusial jika kepanikan aksi jual membesar.
Rekomendasi Perdagangan:
Mengingat posisi harga saat ini (62.528,13) berada jauh di bawah area Pivot Point intraday (63.161,97), bias pergerakan Indeks Nikkei 225 hari ini sangat dikendalikan oleh momentum bearish (tekanan jual).
Pelaku pasar direkomendasikan untuk mewaspadai kelanjutan aksi ambil untung pada saham-saham teknologi dan semikonduktor. Jika indeks terus tertekan dan tidak mampu kembali memanjat ke atas level Pivot, target koreksi selanjutnya berpotensi menguji Support 1 di 61.750,76. Strategi sell on rally di sekitar area Pivot Point dapat dipertimbangkan, mengingat tingginya volatilitas pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral. Keputusan akumulasi beli (buy) sebaiknya ditunda hingga indeks menemukan pijakan yang kuat atau menunjukkan pola pembalikan arah di area support terdekat.








