Rekomendasi Harga Gula 28 Juli 2026 : Tertekan Pelemahan Harga Minyak dan Melimpahnya Pasokan

60

(Vibiznews – Commodity) Harga gula berjangka di bursa komoditi New York dan London berakhir melemah pada perdagangan hari Selasa, tertekan oleh anjloknya harga minyak mentah dan melimpahnya proyeksi pasokan global.

Harga gula mentah berjangka kontrak terdekat di bursa New York ditutup merosot 1,31% ke level 14,57 sen per pon, tertahan di level terendah barunya di bawah angka psikologis 15 sen. Harga ini mengakumulasi penurunan sebesar 11,34% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, harga gula putih berjangka di bursa London ikut ditutup melemah ke posisi 458,40 dolar AS per metrik ton, terkoreksi sekitar 2,40 dolar AS per ton.

Aksi jual komoditas manis ini sangat dipengaruhi oleh efek domino dari runtuhnya harga minyak mentah dunia, seiring meredanya tensi konflik geopolitik antara AS dan Iran. Minyak bumi yang lebih murah menyeret jatuh harga etanol domestik di Brasil. Kondisi ini mengurangi insentif produksi bahan bakar alternatif, sehingga memaksa pabrik pengolahan tebu mengalihkan sisa komoditasnya untuk memproduksi gula mentah ketimbang beralih ke bioetanol. Hal ini pada akhirnya memicu lonjakan pasokan gula mentah di pasar dunia.

Tekanan ke bawah semakin menguat dengan adanya neraca pergulaan dunia jangka panjang yang dilaporkan mengalami surplus struktural yang melimpah. Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat bahwa Indeks Harga Gula global melorot akibat derasnya laju ekspor dari Brasil selaku produsen terbesar, ditambah dengan pulihnya volume panen dari negara produsen utama lainnya seperti Thailand dan India.

Di sisi mata uang, depresiasi nilai tukar Real Brasil terhadap Dolar AS memberikan keuntungan margin bagi para eksportir lokal di sana. Pelemahan mata uang ini memicu mereka untuk terus melakukan aksi obral suplai gula ke pasar internasional demi mengamankan keuntungan dari konversi valuta asing.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi terus bergerak dalam tekanan turun yang dibayangi oleh melimpahnya pasokan global serta merosotnya harga energi. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Support 14,35-14,10. Namun jika terjadi koreksi teknikal naik akibat aksi ambil untung, pergerakan akan mengarah pada kisaran Resistance 14,80-15,00.