(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wallstreet pada penutupan pasar hari Selasa berakhir bervariasi (mixed) menyusul adanya aksi rotasi investasi besar-besaran. Investor mulai mengalihkan dana dari saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menuju sektor ekonomi tradisional yang dinilai lebih defensif dan sensitif secara ekonomi. Pelemahan harga minyak mentah dan rilis laporan keuangan kuartalan emiten konvensional yang solid menjadi penopang utama pergerakan indeks non-teknologi hari ini.
Berikut adalah rincian penutupan tiga indeks utama Wall Street:
| Indeks | Posisi Akhir | Perubahan Poin | Persentase Perubahan | Status |
| Dow Jones Industrial Average | 52.747,32 | Naik 537,24 | +1,03% | Menguat |
| S&P 500 | 7.428,78 | Naik 15,60 | +0,21% | Menguat tipis |
| Nasdaq Composite | 24.876,91 | Turun 55,17 | -0,22% | Melemah |
Menguatnya indeks Dow Jones menandai kenaikan dalam tiga hari berturut-turut, ditopang oleh kinerja solid dari emiten-emiten besar. Sebaliknya, indeks Nasdaq tertekan oleh aksi jual massal (sell-off) pada sektor teknologi, terutama pada saham-saham cip memori dan perangkat keras AI, akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap valuasi perusahaan yang dinilai sudah terlalu mahal.
Faktor makroekonomi turut memberikan dukungan bagi pasar secara keseluruhan. Tren penurunan harga minyak mentah Brent dalam tiga hari terakhir, yang saat ini berada di kisaran $84 per barel, membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan menopang kekuatan ekonomi umum.
Saham-saham yang menggerakkan bursa hari Selasa:
Saham-saham ekonomi konvensional dari sektor nilai dan defensif mencatatkan kenaikan tajam. Sherwin-Williams (SHW) melonjak +8% setelah merilis laba bersih kuartal kedua yang jauh melampaui estimasi pasar. The Coca-Cola Company (KO) melesat +5% berkat kinerja penjualan yang kuat dan peningkatan target prospek setahun penuh. The Boeing Company (BA) juga ikut menguat +4,76% dan menjadi salah satu pendorong utama bagi Dow Jones.
Di kubu sebaliknya, saham-saham teknologi dan industri tertentu menjadi beban. Micron Technology (MU) dan Advanced Micro Devices (AMD) keduanya ambles lebih dari -8% terimbas sentimen negatif di pasar cip global. Corning Incorporated (GLW) anjlok -12,10% pasca rilis laporan keuangan, sementara United Parcel Service (UPS) tergelincir -6,57% merespons kinerja logistik yang melambat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall-Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat diwarnai oleh sikap wait and see dari para investor menjelang salah satu rilis data makro ekonomi paling kritikal. Perhatian utama akan tertuju pada pengumuman suku bunga acuan dari Bank Sentral AS (The Fed) dan konferensi pers dari Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai peluang pemangkasan suku bunga di bulan September. Selain itu, pasar juga menantikan rilis data pasokan minyak mentah AS (EIA) dan rilis kinerja keuangan dari deretan raksasa teknologi (Big Tech) seperti Amazon, Apple, Meta, dan Microsoft pekan ini.








