Rekomendasi Forex Dolar AS 31 Juli 2026 : Naik Terpicu Meningkatnya Prospek Kenaikan Suku Bunga dan Ketegangan Timur Tengah

79

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun ke level terendah 6 minggu dan berakhir merosot pada hari Kamis, tertekan perlambatan PDB Q2 AS dan indeks harga PCE inti Juni melemah sesuai perkiraan.

Indeks dolar AS berakhir turun 0,92% pada 99,86.

PDB AS kuartal kedua naik +1,5% (q/q tahunan), lebih lemah dari ekspektasi +2,0%, meskipun konsumsi pribadi kuartal kedua naik +3,2%, lebih kuat dari ekspektasi +2,3%. Indeks harga PCE inti kuartal kedua turun menjadi +3,4% dari +4,4% pada kuartal pertama, laju peningkatan yang lebih lambat dari ekspektasi +3,5%.

Indeks harga PCE inti AS Juni, indikator inflasi pilihan Fed, turun menjadi +3,3% y/y dari +3,4% y/y pada Mei, tepat sesuai ekspektasi.

Dolar AS juga berada di bawah tekanan akibat dampak negatif dari hari Rabu ketika FOMC mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Kerugian pada dolar meningkat hari ini setelah yen Jepang melonjak karena tanda-tanda dugaan intervensi di pasar valuta asing oleh otoritas Jepang untuk menopang yen.

Klaim pengangguran awal mingguan AS naik +9.000 menjadi 197.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada ekspektasi 200.000.

Pengeluaran pribadi AS Juni naik +0,3% m/m, lebih lemah dari ekspektasi +0,4% m/m, meskipun pengeluaran pribadi Mei direvisi naik menjadi +0,9% m/m dari yang dilaporkan sebelumnya +0,7% m/m. Pendapatan pribadi Juni naik +0,2% m/m, lebih lemah dari ekspektasi +0,3% m/m.

Alat FedWatch CME memperhitungkan probabilitas 63,4% kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 15-16 September, meningkat dari sekitar 57% minggu lalu dan 51% bulan lalu.

Ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung akan dapat meningkatkan lagi permintaan safe haven dolar AS. Ketegangan yang masih terjadi di Timur Tengah juga akan dapat menaikkan harga minyak mentah, yang dapat meningkatkan proyeksi inflasi dan suku bunga.

Malam nanti akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Final Juli AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya prospek kenaikan suku bunga Fed dan ketegangan AS-Iran yang berlangsung dapat meningkatkan permintaan safe haven. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 100,67-101,48. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,45-99,04.