(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (3/8), terpantau melandai dengan melemah tipis 1,833 poin (0,03%) ke level 6.234,293 setelah dibuka naik ke level 6.272.617.
IHSG bergerak di dua zona konsolidasi setelah 2 hari rebound, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah oleh koreksi rebound sebelumnya di tengah harga minyak dunia yang turun lagi dengan meredanya tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan serempak melanjutkan penguatan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.980, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah merosot 4 hari di sesi global sebelumnya, tertekan ke level 6 minggu terendahnya di antara penguatan yen Jepang oleh intervensi BOJ serta investor menantikan rilis data tenaga kerja AS minggu ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.990, serta terpantau meneruskan rebound sebelumnya ke area seminggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 36,491 poin (0,59%) ke level 6.272.617. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,050 poin (0,97%) ke level 627,290. Siang ini melemah tipis 1,833 poin (0,03%) ke level 6.234,293. Sementara LQ45 terlihat naik 1,990 poin (0,32%) poin ke level 623,230.
Tercatat saat ini sebanyak 323 saham naik, 294 saham turun dan 169 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau variatif, di antaranya Nikkei yang merosot 1,03%, dan Hang Seng yang naik 0,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini di dua zona dalam konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah oleh koreksi rebound sebelumnya di tengah meredanya tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan penguatan.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan kondolidasi dalam bias positif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group





