Rekomendasi Forex Dolar AS 4 Agustus 2026 : Terbebani Sentimen Bearish

73

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun ke level terendah 7 minggu, namun ditutup naik tipis pada hari Senin, karena meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong pasar saham dan mengurangi permintaan dolar sebagai aset safe-haven, diimbangi dengan kenaikan data ISM Manufaktur PMI.

Indeks dolar AS ditutup naik tipis 0,1% pada 99,99.

Penurunan harga minyak mentah WTI sebesar -5% pada hari Senin menurunkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter, yang merupakan faktor negatif bagi dolar.

Dolar naik tipis pada hari Senin karena tanda-tanda kekuatan ekonomi AS setelah indeks manufaktur ISM Juli naik lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 4 tahun.

Indeks manufaktur ISM AS Juli naik +2,3 menjadi 55,6, lebih kuat dari ekspektasi 53,9 dan merupakan laju ekspansi tercepat dalam empat tahun.

Komentar dovish pada hari Senin dari Presiden Fed New York John Williams berdampak negatif bagi dolar, karena ia mengatakan suku bunga tetap berada pada posisi yang baik dan inflasi diperkirakan akan mereda selama paruh kedua tahun ini.

Pengeluaran konstruksi AS pada Juni secara tak terduga turun -0,1% m/m, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan +0,2% m/m.

Pasar memperhitungkan probabilitas 67% kenaikan suku bunga +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 15-16 September.

Malam nanti akan dirilis data JOLTs Job Openings Juni AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terbebani sentimen bearish dengan meredanya ketegangan AS-Iran dan penguatan pasar saham. Juga jika data JOLTs Job Openings Juni AS terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,54-99,18. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 100,14-100,38.