Harga Minyak Sawit Selasa Ditutup Naik Mengikuti Kenaikan Minyak Kedelai

123
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk bulan pengiriman teraktif, yakni Oktober 2026, di Bursa Malaysia Derivatives terpantau ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (4/8/2026). Kontrak acuan tersebut mengalami kenaikan sebesar RM31 atau 0,67 persen dan berada pada level RM4.660 per metrik ton. Penguatan ini berhasil memutus tren pelemahan yang sempat berlangsung selama dua sesi perdagangan sebelumnya, ketika harga CPO tertekan oleh kekhawatiran atas prospek kenaikan produksi.

Pemulihan harga sawit dunia hari ini utamanya ditopang oleh sentimen positif dari pasar minyak nabati pesaing. Harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade tercatat menguat 0,09 persen, sementara kontrak minyak kedelai dan minyak sawit di Dalian Commodity Exchange turut bergerak naik. Penguatan serentak di pasar minyak nabati global ini memberikan ruang bagi CPO untuk ikut terangkat, mengingat ketiga komoditas tersebut saling bersaing sebagai substitusi dalam kebutuhan minyak nabati dunia.

Selain faktor minyak nabati pesaing, pemulihan harga minyak mentah dunia turut menjadi pendorong utama kenaikan CPO pada perdagangan kali ini. Harga minyak mentah global kembali menguat ke kisaran US$89 per barel, sebuah level yang meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku campuran biodiesel. Ketika harga energi fosil naik, permintaan terhadap bahan bakar nabati alternatif seperti CPO turut terdongkrak, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi harga di bursa berjangka Malaysia.

Di tengah penguatan harga acuan dunia, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan fiskal dari Indonesia selaku produsen dan eksportir sawit terbesar global. Pemerintah Indonesia secara resmi menurunkan Harga Referensi atau HR CPO untuk periode Agustus 2026 menjadi US$996,52 per metrik ton. Penyesuaian ini secara otomatis menurunkan tarif Bea Keluar menjadi US$148 per metrik ton dan Pungutan Ekspor menjadi US$124,56 per metrik ton, sebuah langkah yang berpotensi meningkatkan daya saing ekspor produk hulu sawit Indonesia di tengah persaingan pasar minyak nabati global yang semakin ketat.

Sejalan dengan penguatan harga di Bursa Malaysia, harga pasar domestik turut mencatatkan kenaikan. Harga CPO di KPBN Inacom untuk skema FOB Franco Dumai tercatat menguat ke level Rp15.650 per kilogram, mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam negeri terhadap pemulihan harga sawit dunia serta dukungan dari penyesuaian kebijakan tarif ekspor yang lebih kompetitif untuk periode perdagangan Agustus 2026.