Rekomendasi Harga Minyak 5 Agustus 2026 : Merosot Terpicu Harapan Pembukaan Selat Hormuz

116

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam tiga minggu dan ditutup anjlok terpicu harapan pembukaan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup anjlok 5,69% pada $75,77 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup anjlok 6,24% pada $75,33 per barel.

Meningkatnya harapan bahwa AS dan Iran sedang bergerak menuju kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz memberikan tekanan pada harga minyak mentah.
Selain itu, peningkatan ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah turut menambah pasokan minyak mentah global dan menekan harga minyak.

Harga minyak mentah turun tajam pada hari Selasa setelah seorang juru bicara Qatar menyatakan bahwa usulan resolusi “sedang diedarkan antara AS dan Iran,” sembari memperingatkan bahwa kesepakatan belum tercapai.
Penurunan harga minyak mentah berlanjut ketika Menteri Keuangan AS Bessent mengatakan: “Ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan pada hari Selasa atau Rabu untuk membuka selat tersebut.”

Di sisi lain, Yanbu—pelabuhan ekspor utama Arab Saudi di Laut Merah—mencatat aktivitas tersibuknya pada hari Senin sejak pemberontak Houthi mulai menyerang pelayaran di wilayah tersebut, seiring dengan meningkatnya jumlah kapal yang melintasi titik sempit (chokepoint) Bab el-Mandeb.

Harga minyak mentah sempat bergerak naik dalam perdagangan semalam setelah Presiden Trump mengancam Iran dengan serangan udara baru dan menegaskan bahwa tawaran perundingan terbarunya merupakan “kesempatan terakhir” bagi Iran, seraya menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Penyelesaian diplomatik kini bergantung pada perundingan yang sedang berlangsung antara Oman dan Iran untuk mendorong lebih banyak kapal melintasi selat tersebut.

Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan oleh EIA.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan bergerak turun dengan harapan pembicaraan AS-Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz. Juga akan mencermati data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA, yang jika terealisir turun akan menguatkan harga minyak, namun jika terealisir naik, akan menekan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $73,14-$70,52. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $80,36-$84,96.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $72,86-$70,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $80,06-$84,79.