Indeks Kospi Rabu Ditutup Melonjak Terdukung Aksi Beli Investor Asing

69
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan kembali mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026. Indeks KOSPI ditutup melonjak masif, memperpanjang tren penguatan bursa Seoul selama dua hari berturut-turut setelah sempat tertekan aksi pengurangan leverage di awal pekan.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup menguat 239,31 poin, atau 3,76 persen lebih tinggi, dan berakhir pada level 6.598,26. Indeks dibuka langsung melompat di level 6.603,48 dari penutupan kemarin di 6.358,95, sempat menembus level tertinggi intraday di 6.674,66, sebelum akhirnya mengalami normalisasi tipis menjelang bel penutupan dengan level terendah harian tercatat di 6.540,27. Sejalan dengan bursa utama, indeks Kosdaq yang didominasi saham-saham lapis kedua sektor teknologi turut ditutup menguat 2,42 persen ke level 799,59.

Derasnya arus pembelian yang agresif sejak awal sesi sempat memaksa Korea Exchange mengaktifkan mekanisme buy-side sidecar pada pukul 09.24 waktu setempat, guna meredam volatilitas dari perdagangan program berjangka yang dinilai terlalu cepat.

Motor utama kenaikan hari ini ditopang penuh oleh investor asing yang membukukan aksi beli bersih fantastis senilai 1,45 triliun won. Sebaliknya, investor ritel dan institusi domestik justru memanfaatkan momentum penguatan untuk melakukan aksi ambil untung, dengan net sell masing-masing sebesar 1,18 triliun won dan 283,5 miliar won.

Merespons membaiknya sentimen pasar, sektor semikonduktor kembali menjadi lokomotif utama reli bursa. Saham SK Hynix terbang 5,77 persen ke level 1.668.000 won, sementara Samsung Electronics menguat solid 2,50 persen ke level 246.000 won. Penguatan turut dirasakan sektor otomotif dan aviasi, dengan saham Hyundai Motor terkerek naik 3,06 persen dan maskapai penerbangan Korean Air melonjak 3,07 persen. Berbanding terbalik, saham-saham kilang minyak seperti SK Innovation dan S-Oil justru merosot masing-masing 1,89 persen dan 2,62 persen akibat imbas kejatuhan harga minyak dunia.

Penguatan bursa Seoul hari ini tidak lepas dari peredaan sentimen global terkait sektor kecerdasan buatan serta faktor geopolitik. Laporan pendapatan emiten teknologi Amerika Serikat yang solid, ditambah harapan kesepakatan pembukaan kembali jalur perdagangan laut di Selat Hormuz, berhasil memulihkan minat risiko global atau risk appetite secara drastis.

Sentimen positif ini turut tercermin di pasar valuta asing, di mana nilai tukar won Korea Selatan ditutup menguat 8,0 won terhadap dolar AS dan berakhir di posisi 1.425,5 won per dolar. Penguatan mata uang won ini mencerminkan meredanya tekanan jual mekanis pada aset-aset berbasis mata uang lokal, sejalan dengan pemulihan kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham Korea Selatan ke depan.