(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (7/8), terpantau menguat cukup signifikan 65,843 poin (1,04%) ke level 6.409,654 setelah dibuka naik ke level 6.352.376.
IHSG bergerak rally pada area 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang kembali naik oleh tekanan Iran atas Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan terkoreksi dari rally sebelumnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,17% atau 30 poin ke level Rp 17.885, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah menanjak di sesi global sebelumnya, bertahan di atas level 6 minggu terendahnya di antara turunnya yen Jepang dan investor mencermati perkembangan di Selat Hormuz.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.915, serta terpantau 3 hari rally di area 2 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 8,665 poin (0,14%) ke level 6.352.376. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,630 poin (0,26%) ke level 632,490. Siang ini menguat 44,772 poin (0,71%) ke level 6.388,483. Sementara LQ45 terlihat naik 7,470 poin (1,18%) poin ke level 638,330.
IHSG kemudian lanjut menanjak dan ditutup menguat 65,843 poin (1,04%) ke level 6.409,654. Sementara LQ45 terlihat naik 0,06% atau 0,390 poin ke level 634,380. Tercatat saat ini sebanyak 355 saham naik, 235 saham turun dan 203 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,12%, dan Hang Seng yang naik 0,54%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini kembali rally ke level 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang naik oleh tekanan Iran atas Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan meneruskan rally dan akan diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group





