(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung kenaikan harga minyak dan penurunan pasar saham.
Indeks dolar AS ditutup naik tipis 0,04% pada 99,81.
Dolar AS mendapat dukungan setelah harga minyak mentah WTI naik lebih dari +1% ke level tertinggi dalam satu minggu; kenaikan ini meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter, yang merupakan faktor pendukung bagi dolar.
Selain itu, pelemahan pasar saham pada hari Selasa meningkatkan permintaan likuiditas dalam bentuk dolar.
Demikian juga komentar hawkish Presiden The Fed Chicago, Goolsbee—yang menyatakan bahwa inflasi adalah masalah terbesar yang dihadapi perekonomian—turut memberikan dorongan bagi dolar.
Namun penguatan dolar AS dikurangi setelah Pakistan mengisyaratkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, meredakan permintaan safe haven untuk dolar AS.
Data penjualan rumah bekas (existing home sales) AS bulan Juli turun -1,7% secara bulanan (m/m) menjadi 4,06 juta unit, mendekati perkiraan pasar sebesar 4,05 juta unit.
Risiko kembali memanasnya situasi di Timur Tengah tetap tinggi, yang memicu permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven. Sebuah kapal tanker UEA lainnya menjadi sasaran rudal Iran pada hari Sabtu saat melintasi Selat Hormuz. Selain itu, pada hari Minggu, militan Houthi di Yaman mengklaim telah melakukan serangan terhadap kilang minyak Jazan milik Arab Saudi.
Pasar memperhitungkan adanya probabilitas sebesar 51% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.
Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi inti AS bulan Juli yang secara bulanan diindikasikan meningkat, tapi secara tahunan diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika muncul harapan kesepakatan AS-Iran untuk pembukaan Selat Hormuz, akan meredakan permintaan safe haven dolar AS. Namun jika kesepakatan belum terjadi, memicu ketidakpastian negosiasi AS-Iran, akan dapat menguatkan dolar AS. Juga akan dicermati data Inflasi dan Inflasi Inti Juli AS, yang jika terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,73-99,64. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,90-99,98.








