Rekomendasi Forex Dolar AS 13 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran; Mencermati Data PPI

151

(Vibiznews – Forex) Dolar AS pada hari Rabu bangkit kembali dari level terendah dan ditutup naik, karena ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai kesepakatan perdamaian Timur Tengah mengimbangi laporan inflasi konsumen bulan Juli yang sesuai perkiraan, yang sempat menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,18% pada 99,88.

Dolar sempat menguat dalam sesi-sesi sebelumnya seiring meningkatnya ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, namun rilis data inflasi terbaru gagal memberikan kejutan kenaikan yang diperlukan untuk melanjutkan tren tersebut.

Indeks dolar AS turun setelah rilis data inflasi dan menyentuh titik terendah sesi di 99,61, namun kemudian pulih dan bergerak lebih tinggi sebelum tengah hari.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, IHK utama (CPI) naik tipis 0,1% secara bulanan (m/m) pada bulan Juli setelah turun 0,4% pada bulan Juni, sementara secara tahunan (y/y) melambat menjadi 3,4% dari 3,5%.

Inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,2% secara bulanan setelah angka yang stagnan pada bulan Juni, dan juga melambat secara tahunan menjadi 2,5% dari 2,6%. Keempat indikator tersebut sesuai dengan ekspektasi.

Bagi Federal Open Market Committee (FOMC), angka-angka yang sesuai dengan perkiraan kemungkinan memberikan ruang lebih untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil alih-alih menaikkannya, terutama setelah laporan ketenagakerjaan yang lemah pada hari Jumat.

Probabilitas suku bunga mencerminkan sentimen tersebut; alat CME FedWatch menunjukkan peluang FOMC mempertahankan suku bunga tetap pada bulan September meningkat menjadi 62% setelah laporan CPI, naik dari sebelumnya 54%. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung memperkuat dolar.

Kebuntuan negosiasi AS-Iran memicu ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan safe haven dolar AS.

AS maupun Iran sama-sama terus mengklaim kendali atas jalur air vital itu.

“AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz,” ujar Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Sebelumnya, pada hari Selasa, media pemerintah Iran menyatakan bahwa negara tersebut kembali menegaskan tuntutannya agar AS menghentikan permusuhan di semua lini dan mencairkan aset-aset yang dibekukan sebelum selat itu dapat dibuka kembali; pernyataan ini mengutip komentar kepala dewan keamanan Mohsen Rezaei kepada duta besar Tiongkok untuk Teheran.

“Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat Iran. Kesepakatan transit apa pun antara Iran dan Oman merupakan hal yang terpisah dari masalah penutupan selat tersebut,” kata Rezaei sebagaimana dikutip media pemerintah.

Meskipun data Kpler menunjukkan sedikit peningkatan jumlah pelintasan kapal yang terkonfirmasi melalui selat tersebut pada hari Selasa, sentimen pasar secara keseluruhan tetap diliputi kehati-hatian, ditambah dengan adanya serangan baru. Houthi melaporkan serangan terhadap kapal komersial di Selat Bab el-Mandeb yang menewaskan empat awak kapal kargo dan dua petugas penyelamat asal Yaman, sementara AS melumpuhkan sebuah kapal berbendera Panama di dekat Teluk Oman.

Malam nanti akan dirilis data indeks harga produsen (PPI) bulan Juli. Meskipun kedua indikator (CPI dan PPI) banyak dipantau, The Fed lebih memilih untuk memantau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) guna mengukur inflasi. Komponen-komponen dari CPI dan PPI turut menjadi bahan perhitungan PCE.

Data PPI Juli AS dan PPI Inti Juli AS diindikasikan meningkat secara bulanan, namun menurun secara tahunan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika ketidakpastian negosiasi dan ketegangan AS-Iran terus berlanjut, akan meningkatkan permintaan safe haven dolar AS, dan menguatkan dolar AS. Juga akan dicermati data PPI dan PPI Inti Juli AS, yang jika terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 100,13-100,28. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,72-99,46.