Rekomendasi Harga Emas 13 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Penurunan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga

109

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik hari Rabu, mendapat dukungan data inflasi yang bernada dovish serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas spot ditutup naik 0,93% pada $4.408,66 per ons.

Harga emas berjangka AS ditutup naik 0,59% pada $4.467,5 per ons.

Namun, harga logam mulia sempat melepaskan sebagian keuntungan awalnya dengan penguatan nilai dolar AS turut menekan harga logam mulia.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, IHK utama (CPI) naik tipis 0,1% secara bulanan (m/m) pada bulan Juli setelah turun 0,4% pada bulan Juni, sementara secara tahunan (y/y) melambat menjadi 3,4% dari 3,5%.

Inflasi inti (core CPI), yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,2% secara bulanan setelah angka yang stagnan pada bulan Juni, dan juga melambat secara tahunan menjadi 2,5% dari 2,6%. Keempat indikator tersebut sesuai dengan ekspektasi.

Probabilitas kenaikan suku bunga menurun seteah rilis data inflasi Juli AS. Alat CME FedWatch menunjukkan peluang FOMC mempertahankan suku bunga tetap pada bulan September meningkat menjadi 62% setelah laporan CPI, naik dari sebelumnya 54%.

Malam nanti akan dirilis data indeks harga produsen (PPI) bulan Juli. Data PPI Juli AS dan PPI Inti Juli AS diindikasikan meningkat secara bulanan, namun menurun secara tahunan.

Analyst Vibiz Research memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan probabilitas kenaikan suku bunga AS menurun setelah data inflasi Juli AS. Juga akan mencermati data PPI Juli AS, yang jika terealisir turun, akan menekan dolar AS dan menguatkan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.445-$4.481. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.368-$4.327.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.507-$4.546. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.425-$4.382.