(Vibiznews – Index) Untuk rekomendasi harian Hang Seng hari ini, terlebih dahulu melihat perdagangan sesi Rabu lalu yang ditutup melemah 0,83 persen ke level 25.440,17, setelah bergerak dalam rentang 25.323,33 hingga 25.498,39 sepanjang sesi, melanjutkan tren koreksi selama tiga hari beruntun.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street pada perdagangan Rabu malam waktu New York ditutup menguat setelah rilis data inflasi konsumen AS yang melandai. Indeks Nasdaq Composite naik 0,54 persen ke level 26.588,49, S&P 500 menguat 0,26 persen ke posisi 7.748,50, sementara Dow Jones Industrial Average nyaris flat dengan pelemahan tipis 0,04 persen ke level 53.770. Penguatan ditopang oleh data Consumer Price Index Juli yang naik 3,4 persen secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar dan melandai dari bulan sebelumnya, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Sektor teknologi dan AI menjadi motor utama penguatan, dengan saham Nebius Group melonjak lebih dari 12,5 persen berkat kinerja EBITDA dan pendapatan yang melampaui ekspektasi, disusul reli tajam pada CoreWeave dan Super Micro Computer yang masing-masing melonjak sekitar 19-20 persen pasca rilis hasil kuartalan yang mengesankan.
Indeks Hang Seng Hong Kong diproyeksikan bergerak menguat atau bullish pada perdagangan hari ini, Kamis 13 Agustus 2026. Sentimen positif dari meredanya inflasi AS dan kebangkitan saham teknologi Wall Street semalam akan menjadi katalis utama kembalinya minat risiko investor di Asia pagi ini.
Sejumlah faktor diproyeksikan menjadi pendorong utama penguatan Hang Seng hari ini. Pertama, reli saham teknologi raksasa berpotensi terjadi, di mana lonjakan indeks Nasdaq sebesar 0,54 persen dan meroketnya saham-saham sektor AI seperti Nvidia, CoreWeave, dan Super Micro akan memberikan angin segar bagi sektor teknologi Hong Kong. Saham-saham berbobot besar seperti Tencent, Alibaba, Meituan, dan Baidu diperkirakan akan memimpin penguatan bursa pagi ini seiring kembalinya aliran modal asing. Kedua, meredanya kekhawatiran suku bunga turut menjadi penopang, di mana data inflasi CPI konsumen AS yang melandai ke 3,4 persen memberikan kepastian makro yang sangat dibutuhkan pasar, sehingga menurunkan tekanan pada mata uang lokal serta memberikan stimulus positif bagi sektor finansial dan properti yang sensitif terhadap suku bunga di bursa Hang Seng. Ketiga, stabilisasi sektor komoditas turut berperan, di mana harga minyak mentah Brent yang mulai stabil di kisaran USD 88 per barel akan meredakan spekulasi inflasi energi yang berlebihan, sehingga memicu rotasi modal keluar dari saham defensif migas kembali masuk ke saham-saham sektor pertumbuhan.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center, pergerakan indeks Hang Seng berjangka akan menguji level-level kunci baru. Berdasarkan proyeksi pergerakan Pivot Point hari ini yang dihitung dari rentang perdagangan sesi sebelumnya, berikut adalah rincian level Support (S) dan Resistance (R):
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 25.693 | S1 | 25.343
R2 | 25.596 | S2 | 25.246
R1 | 25.518 | S3 | 25.168
Pivot | 25.421 | |
Buy Avg | 25.440 | Sell Avg | 25.400
Indeks diperkirakan akan membuka perdagangan dengan gap up seiring derasnya sentimen positif dari Wall Street, dan mencoba menguji area Buy Avg di kisaran 25.440 hingga level Pivot di 25.421. Apabila momentum rebound ini solid dan didukung oleh derasnya aliran beli pada saham-saham teknologi, indeks berpeluang melanjutkan penguatan untuk menembus R1 di 25.518 hingga menguji R2 pada area 25.596, bahkan berpotensi menyentuh R3 di level 25.693 apabila reli teknologi Wall Street terus terbawa hingga sesi penuh hari ini.
Namun demikian, apabila muncul aksi ambil untung mengingat tren koreksi yang sempat berlangsung tiga hari beruntun sebelumnya, tekanan jual berpotensi menahan laju penguatan di area Sell Avg pada 25.400. Penembusan ke bawah area tersebut dapat membuka ruang pelemahan menuju S1 di 25.343 hingga S2 pada level 25.246.








