(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mencatatkan pencapaian penting pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026. Indeks KOSPI ditutup meroket tajam, resmi membawa bursa saham Seoul memasuki fase technical bull market setelah melonjak sekitar 22 persen dari titik terendahnya pada akhir Juli lalu.
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup naik 234,30 poin, atau melesat 3,56 persen, dan berakhir pada level 6.813,34. Indeks dibuka menguat di level 6.773,92 dari penutupan kemarin di 6.579,04, terus bergerak menanjak sepanjang sesi hingga menyentuh level tertinggi intraday di 6.895,63, dengan level terendah harian tercatat di 6.748,13. Penguatan hari ini sekaligus menandai sesi kenaikan yang keempat kalinya secara berturut-turut bagi bursa Seoul.
Reli tajam hari ini didorong oleh kebangkitan perdagangan AI global yang memicu aksi beli masif pada dua produsen memori terbesar dunia. Saham SK Hynix melonjak 5,92 persen dan Samsung Electronics melesat 4,89 persen, mengekor reli kuat bursa teknologi Wall Street semalam.
Motor utama penguatan hari ini ditopang oleh aksi borong investor asing yang mencatatkan pembelian bersih sangat masif senilai 2,09 triliun won, didukung pula oleh institusi lokal sebesar 679,8 miliar won. Sebaliknya, investor ritel domestik justru cenderung melakukan aksi ambil untung di tengah derasnya penguatan indeks. Sejalan dengan derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar ekuitas, nilai tukar won Korea turut menguat 3,7 won terhadap dolar AS menjadi 1.419,4 won per dolar.
Selain duo raksasa cip, sejumlah anak usaha teknologi dan manufaktur juga mencatatkan keuntungan luar biasa pada perdagangan hari ini. Saham Samsung Electro-Mechanics meroket 12,58 persen, SK Square selaku induk usaha SK Hynix melonjak 9,08 persen, Hyundai Motor menguat 2,10 persen, dan LG Energy Solution naik 1,95 persen. Penguatan yang merata di berbagai sektor ini menegaskan bahwa momentum bull market kali ini didukung oleh optimisme yang luas di kalangan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi dan industri teknologi Korea Selatan ke depan.








