Harga Minyak Sawit Jumat Naik Tipis; Sentimen Kenaikan Pasokan Menghadapi Ancaman Cuaca

67
sawit

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan minyak sawit mentah atau CPO pada hari ini, Jumat (14/8/2026), terpantau bergerak stabil dan cenderung mendatar dalam rentang terbatas. Kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives hingga jeda perdagangan siang ditutup naik tipis sebesar 0,06 persen atau bertambah 3 ringgit ke posisi RM4.727 per metrik ton. Kendati pergerakan hari ini terbatas, harga CPO secara akumulatif telah menguat 1,03 persen sepanjang pekan ini dan mencatatkan reli mingguan positif selama dua pekan berturut-turut.

Pergerakan harga CPO dunia hari ini diwarnai oleh dilema sentimen pasar antara kenaikan stok dan ancaman cuaca. Laju harga sempat tertahan oleh rilis data peningkatan stok persediaan kelapa sawit pada akhir Juli, namun tekanan koreksi tersebut berhasil diimbangi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi penurunan produksi jangka pendek akibat ancaman fenomena El Nino. Kombinasi kedua sentimen yang saling menyeimbangkan ini menjadi penyebab utama harga CPO bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Dari sisi permintaan, pasar CPO mendapat topangan yang kuat menyusul lonjakan prospek permintaan minyak nabati dari India, serta pertumbuhan ekspor bulanan Malaysia ke Uni Eropa dan Timur Tengah yang naik hingga 14,5 persen. Solidnya permintaan ekspor ini turut diperkuat oleh korelasi positif dengan harga minyak bumi dunia, di mana ketegangan geopolitik global akibat ancaman blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran ikut menyokong harga minyak mentah, sehingga meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku substitusi biodiesel di pasar internasional.

Dari sisi prospek jangka panjang, lembaga riset finansial global Kenanga Investment Bank Bhd hari ini merilis nota analisis yang mempertahankan estimasi rata-rata harga CPO global tetap kuat di level RM4.400 per metrik ton sepanjang tahun 2026, seiring faktor risiko cuaca ekstrem yang masih membayangi produksi sawit dunia. Sementara itu dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan hari ini turut menyoroti tata kelola ekspor kelapa sawit nasional melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Lembaga tersebut dibentuk untuk memangkas selisih harga ekspor pelabuhan domestik yang berkisar Rp15.000 per kilogram dengan harga acuan Rotterdam yang mencapai sekitar Rp27.000 per kilogram, guna mengamankan tambahan penerimaan negara dari sektor sawit.

Sejalan dengan pergerakan di Bursa Malaysia, harga lelang CPO di pasar domestik Indonesia turut mencatatkan penguatan. Harga di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara atau KPBN Inacom untuk skema FOB Dumai ditutup menguat ke level Rp15.688 per kilogram, mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam negeri terhadap stabilitas harga sawit dunia yang masih berada dalam tren positif sepanjang pekan ini.