Harga CPO Kamis Ditutup Rebound Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Kedelai

10
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives terpantau ditutup rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (3/9/2026), sebesar 0,52 persen ke level RM4.984 per metrik ton setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Harga CPO berhasil bertahan kokoh di atas level psikologis RM4.800 dan saat ini sedang menguji level resistansi di kisaran RM4.950 hingga mendekati RM5.000 per metrik ton.

Kembalinya harga CPO dunia ke zona hijau hari ini didorong oleh menguatnya harga minyak kedelai di bursa domestik Tiongkok, Dalian. Pasar sawit bangkit kembali karena terdorong oleh penguatan harga minyak nabati pesaing tersebut, yang mendorong peralihan minat beli para importir ke minyak sawit yang secara komparatif lebih murah. Sentimen positif ini turut diperkuat oleh pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat, yang membuat harga CPO menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli internasional dan memicu peningkatan volume pemesanan ekspor.

Selain sentimen dari minyak nabati pesaing dan mata uang, penguatan harga CPO hari ini turut ditopang oleh kekhawatiran suplai dan siklus produksi jangka menengah. Meskipun beberapa wilayah sedang memasuki siklus puncak panen tandan buah segar yang sempat menekan harga riil di tingkat petani pada bulan lalu, kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan akibat program mandat biodiesel domestik yang tinggi, seperti rencana implementasi B50 di Indonesia, terus menjaga lantai harga pasar agar tidak jatuh terlalu dalam. Meski demikian, penguatan CPO hari ini sedikit tertahan dari level tertingginya akibat melemahnya harga minyak mentah dunia, baik Brent maupun WTI, menyusul meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah, yang membuat kelapa sawit menjadi sedikit kurang kompetitif secara ekonomi untuk digunakan sebagai bahan baku bahan bakar nabati.

Dari sisi kebijakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan baru saja menetapkan kenaikan Harga Referensi atau HR CPO periode September 2026 sebesar 1,10 persen menjadi US$1.007,51 per metrik ton. Dengan kenaikan ini, total Bea Keluar ditetapkan sebesar US$148 per metrik ton dan Pungutan Ekspor sebesar 12,5 persen dari HR. Kebijakan pengetatan biaya ekspor dari produsen sawit terbesar dunia ini secara langsung membatasi ruang suplai murah di pasar global, sehingga turut mengerek harga penutupan CPO di bursa berjangka pada perdagangan hari ini.