Harga Emas Senin Sesi Asia Turun Terbebani Kenaikan Harga Minyak dan Prospek Suku Bunga Fed

40

(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak turun pada hari Senin, 14 September 2026 di perdagangan sesi Asia, terbebani kenaikan harga minyak dan prospek kenaikan suku bunga Fed.

Harga emas spot bergerak turun 0,14% pada $4.342,60 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak turun 0,77% pada $4.374,8 per ons.

Pasar kini lebih mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pekan ini; CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sekitar 86%, naik dari kisaran 70% sebelum data inflasi tersebut dirilis.

Sementara itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah proyektil menghantam kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz. Tingkat kerusakan dan kondisi awak kapal belum diketahui secara pasti saat ini.

Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak global, sehari setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital Timur-Barat akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang berasal dari Irak.

Insiden ini menambah tekanan pada pasar energi setelah harga minyak mentah Brent kembali melonjak di atas $100 per barel pekan lalu. Selat Hormuz sebagian besar telah tertutup akibat perang selama enam bulan, sehingga jalur ekspor alternatif menjadi semakin penting bagi para produsen di kawasan Teluk.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan berbagai sentimen bearish yaitu meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed pekan ini, ketegangan baru di Selat Hormuz yang dapat meningkatkan harga minyak.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.297-4.244. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.402-4.454.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.346-4.284. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.458-4.508.