(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat, 11 September 2026, terpicu upaya bargain hunting setelah harga emas merosot hari Kamis.
Harga emas spot ditutup naik 0,74% pada $4.348,84 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,04% pada $4.408,9 per ons.
Namun harga emas mencatat penurunan mingguan hampir 1%—penurunan mingguan ketiga berturut-turut—saat para investor mencerna data inflasi terbaru AS menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan.
Inflasi AS bertahan di angka 3,4% pada bulan Agustus, sesuai dengan perkiraan, sementara IHK (Indeks Harga Konsumen) bulanan naik 0,4%, kenaikan terbesar dalam tiga bulan. IHK inti meningkat menjadi 0,3% secara bulanan—kenaikan terbesar sejak April dan melampaui perkiraan 0,2%—meskipun tingkat tahunannya melandai ke 2,4%, level terendah sejak Maret 2021.
Harga produsen AS juga meningkat pada bulan Agustus akibat konflik Iran yang mendorong kenaikan biaya energi grosir, sementara data pasar tenaga kerja pekan lalu menunjukkan ketahanan lapangan kerja yang terus berlanjut.
Pasar kini lebih mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pekan depan; CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sekitar 86%, naik dari kisaran 70% sebelum data inflasi tersebut dirilis.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah proyektil menghantam kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz. Tingkat kerusakan dan kondisi awak kapal belum diketahui secara pasti saat ini.
Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak global, sehari setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital Timur-Barat akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang berasal dari Irak.
Insiden ini menambah tekanan pada pasar energi setelah harga minyak mentah Brent kembali melonjak di atas $100 per barel pekan lalu. Selat Hormuz sebagian besar telah tertutup akibat perang selama enam bulan, sehingga jalur ekspor alternatif menjadi semakin penting bagi para produsen di kawasan Teluk.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan berbagai sentimen bearish yaitu meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed pekan ini, ketegangan baru di Selat Hormuz yang dapat meningkatkan harga minyak dan permintaan safe haven dolar AS.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.297-4.244. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.402-4.454.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.346-4.284. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.458-4.508.








