Rekomendasi Harga Emas 15 September 2026 : Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed dan Harga Minyak

114

(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun mencapai level terendah dalam 5 minggu dan ditutup merosot pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.

Harga emas spot ditutup merosot 1,165 pada $4.298,59 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup merosot 1,29% pada $4.351,9 per ons.

Lihat video : Harga Beli Emas Antam Hari ini Selasa 15 September 2026 Turun Rp10.000; Harga Buyback Turun Rp15.000

Kenaikan indeks dolar pada hari Senin ke level tertinggi dalam 1,5 minggu menekan harga logam.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah pada hari Senin ke level tertinggi dalam 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat membujuk bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.

Selanjutnya, komentar hawkish dari anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel dan anggota Dewan Gubernur ECB Peter Kazimir pada hari Senin menekan harga logam mulia karena mereka memperingatkan akan adanya kenaikan suku bunga ECB tambahan jika inflasi memburuk.

Juga ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga menekan harga logam mulia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan meningkatnya ekepektasi kenaikan suku bunga Fed pekan ini dan kenaikan harga minyak.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.250-4.202. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.351-4.404.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.298-4.243. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.402-4.451.