Rekomendasi Harga Kopi Arabika 15 September 2026

79

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir melonjak pada penutupan perdagangan hari Senin, berhasil bangkit setelah mengalami tekanan jual yang hebat selama tiga pekan terakhir.

Kontrak berjangka kopi arabika untuk pengiriman Desember ditutup menguat tajam sebesar 1,68 persen atau naik 4,80 sen ke level 303,10 sen dolar AS per pon. Kenaikan ini mengonfirmasi adanya kekuatan beli yang solid pada area batas bawah, sekaligus membawa harga kembali bertengger di atas level psikologis 300 sen.

Sesi perdagangan kemarin menjadi titik balik yang penting bagi pasar kopi arabika setelah harganya sempat terperosok ke level terendah dalam dua setengah bulan terakhir. Pada awal sesi, harga sejatinya sempat tertekan menyusul laporan dari Cecafe yang menunjukkan bahwa total ekspor kopi Brasil pada bulan Agustus melonjak 31 persen secara tahunan mencapai rekor 4,15 juta kantong, di mana ekspor arabika menyumbang sebesar 2,87 juta kantong. Namun, penurunan harga yang dinilai sudah terlalu dalam membawa pasar masuk ke wilayah jenuh jual (oversold) secara ekstrem. Kondisi ini seketika memicu para manajer investasi untuk melakukan aksi tutup posisi jual secara masif (short-covering), yang berhasil membalikkan arah pasar hingga ditutup di zona hijau.

Faktor struktural yang saat ini masih menahan harga kopi arabika agar tidak ambruk terlalu dalam adalah kondisi persediaan di gudang berjangka ICE yang menyusut ke level terendahnya dalam 26 tahun terakhir, yakni hanya tersisa sekitar 217.932 kantong. Meski demikian, pasar kini tengah menyoroti langkah raksasa perdagangan komoditas global seperti Olam International dan Louis Dreyfus Company yang dilaporkan sedang bersiap mengirimkan volume besar sekitar 150.000 hingga 200.000 kantong kopi dari Brasil menuju gudang sertifikasi ICE di Antwerp, Belgia. Apabila proses sertifikasi massal ini berhasil, persediaan bursa diproyeksikan akan melonjak dua kali lipat, yang berpotensi memicu algoritma komputer dana investasi untuk melakukan aksi jual otomatis dalam beberapa hari ke depan.

Dari sisi cuaca, meskipun Departemen Pertanian AS telah memproyeksikan rekor produksi global sebesar 189,7 juta kantong untuk musim 2026/2027, pelaku pasar tetap diliputi kecemasan terhadap dinamika cuaca jangka pendek. Fenomena El Nino yang kuat membawa risiko penundaan datangnya hujan pada bulan September dan Oktober di wilayah perkebunan utama Brasil. Penundaan hujan pada periode krusial ini dikhawatirkan dapat mengganggu fase pembungaan tanaman kopi untuk siklus produksi berikutnya.

Sementara itu di pasar fisik, aktivitas perdagangan domestik Brasil terpantau relatif sepi meskipun pengiriman dari pelabuhan mencatatkan rekor. Para petani lokal, khususnya di wilayah Minas Gerais, cenderung menahan pasokan mereka dan enggan melepas produk pada tingkat harga penawaran saat ini, sehingga pasokan kopi siap serah di pasar spot terus dibayangi ketatnya ketersediaan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika akan bergerak konsolidasi dengan mencoba mempertahankan posisinya di atas level psikologis. Sentimen ketatnya pasokan spot dan risiko cuaca akan terus berhadapan dengan prospek masuknya sertifikasi stok baru di gudang ICE. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi Support 298,00 dan Resistance 308,00.