Rekomendasi Harga Perak 15 September 2026 : Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

98

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup merosot pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.

Harga perak spot ditutup merosot 1,94% pada $63,23.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup merosot 1,61% pada $64,14.

Kenaikan indeks dolar pada hari Senin ke level tertinggi dalam 1,5 minggu menekan harga logam mulia.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah pada hari Senin ke level tertinggi dalam 3,75 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat membujuk bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.

Selanjutnya, komentar hawkish dari anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel dan anggota Dewan Gubernur ECB Peter Kazimir pada hari Senin menekan harga logam mulia karena mereka memperingatkan akan adanya kenaikan suku bunga ECB tambahan jika inflasi memburuk.

Juga ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu juga menekan harga logam mulia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun dengan meningkatnya ekepektasi kenaikan suku bunga Fed pekan ini dan kenaikan harga minyak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $62,23-$61,23. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $64,35-$65,47.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $62,96-$61,79. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $65,15-$66,17.