Rekomendasi Harga Emas 16 September 2026 : Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

99

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Selasa, tertekan penguatan dolar AS.

Harga emas spot ditutup turun 0,11% pada $4.293,78 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 0,44% pada $4.332,8 per ons.

Harga emas tertekan Penguatan nilai tukar dolar AS.

Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi global berdampak negatif bagi logam mulia setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 19 tahun, imbal hasil obligasi Jerman (Bund) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 17 tahun, dan imbal hasil obligasi Jepang (JGB) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 30 tahun.

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari lonjakan harga minyak mentah sebesar +4% pada hari Selasa—mencapai level tertinggi dalam 3,75 bulan—meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka.

Juga, ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC hari Selasa/Rabu dan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan hari Jumat turut membebani harga logam mulia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan meningkatnya ekepektasi kenaikan suku bunga Fed Kamis dinihari nanti.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.265-$4.236. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.320-$4.346.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 4.304-4.275. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 4.360-4.387.