Lonjakan Harga Minyak Sawit Dunia Dibatasi Laporan Dewan Sawit Malaysia

98

(Vibiznews – Commodity) – Kenaikan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia berlanjut hingga akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (14/10/2026) berkat dukungan kenaikan harga minyak Brent dan juga harga di bursa Tiongkok.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Desember 2026 ditutup naik 0,49% menjadi sekitar MYR4.704, setelah sempat berada di  posisi MYR4.750.

Harga sempat melonjak tinggi awal sesi oleh laporan  Surveyor Kargo yang memperkirakan ekspor periode 1–10 Oktober melonjak 33,5%–37,7% dibandingkan periode yang sama bulan September aktivitas perdagangan yang lebih kuat di Tiongkok.

Namun, sentimen pasar tertahan oleh data bulanan yang menunjukkan tren penurunan harga dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB). Inventaris bulan September melonjak 24,5% secara bulanan  mencapai rekor 3,51 juta ton, yang merupakan kenaikan bulanan keenam berturut-turut.

Produksi naik 16,5% menjadi 2,12 juta ton, tertinggi sejak Agustus 2015. Sementara ekspor turun 12,1% menjadi 1,12 juta ton, menandai penurunan selama dua bulan berturut-turut.

Lonjakan pasokan, peningkatan produksi, dan penurunan volume pengiriman diatas mempertegas adanya tekanan pasokan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun permintaan jangka pendek menguat, kenaikan harga lebih lanjut mungkin akan dibatasi oleh faktor-faktor fundamental pasar.