Rekomendasi Harga Kakao 21 Oktober 2026

105

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir menguat pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan didorong sinyal pasokan kakao Pantai Gading yang lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Kontrak berjangka kakao acuan Desember di bursa ICE New York ditutup naik 114 poin atau 2,00%, pada kisaran $5.801 per ton. Sementara itu, kontrak kakao Desember di bursa ICE London ditutup naik 47 poin atau 1,11%.

Data pemerintah Pantai Gading menunjukkan petani mengirimkan 78.212 metrik ton kakao ke pelabuhan pada musim pemasaran berjalan (1 hingga 18 Oktober), turun 41 persen dari 133.209 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu. Pengiriman yang lebih kecil ini memunculkan kekhawatiran bahwa pasokan ke pasar global akan lebih ketat, terlebih setelah hujan deras sebelumnya memutus akses jalan dan menyulitkan petani menjangkau kebun di awal musim panen.

Faktor fundamental jangka menengah juga memberi penopang. Estimasi produksi Pantai Gading musim 2026/2027 sekitar 1,8 juta metrik ton, turun 18 persen dari sekitar 2,2 juta metrik ton pada musim sebelumnya. Badan cuaca AS (Climate Prediction Center) juga menyebut pola El Niño yang muncul di Pasifik ekuator kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun terakhir, yang biasanya membawa kondisi lebih kering ke Afrika Barat, mengurangi kelembapan tanah, dan menurunkan hasil panen.

Namun, tekanan masih datang dari sisi stok dan permintaan. Inventaris kakao yang dipantau ICE berada di level tertinggi dalam 2,25 tahun terakhir, yakni 3.585.084 kantong pada hari Rabu pekan lalu. Penggilingan Amerika Utara kuartal ketiga turun 2,5 persen menjadi 109.978 metrik ton, lebih lemah dari ekspektasi. Meski demikian, penggilingan Asia kuartal ketiga melonjak rekor 29 persen menjadi 233.767 metrik ton, dan penggilingan Eropa naik 3,2 persen menjadi 348.215 metrik ton, sehingga permintaan global tetap beragam.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi setelah reli dua hari, di tengah tarik-menarik antara pengiriman Pantai Gading yang lebih kecil serta risiko El Niño, melawan tingginya stok gudang dan lemahnya permintaan Amerika Utara. Apabila aksi ambil untung dan sentimen tingginya inventaris mendominasi, harga kakao berpeluang terkoreksi untuk menguji area support di kisaran 5.745 hingga 5.685 dolar AS per metrik ton. Sebaliknya, apabila kekhawatiran pasokan dan cuaca Afrika Barat tetap menjadi sorotan, harga berpeluang melanjutkan penguatan menguji area resistance di kisaran 5.860 hingga 5.920 dolar AS per metrik ton.

 

**sesuaikan dengan data teknikal Vibiz.