Rekomendasi Harga Minyak 2 November 2026 : Dapat Diturunkan Harapan Diplomasi AS-Iran

109

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat dan membukukan kenaikan bulanan Oktober yang tajam. Harga didorong serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik AS-Iran, sementara upaya diplomatik belum membuahkan kesepakatan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Desember naik 104,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 2,37% pada $`113,43 per barel.

WTI naik hampir 1% sepekan, kenaikan mingguan keempat berturut-turut, dan sekitar 15% sepanjang Oktober, kenaikan bulanan terbesar sejak Juli.

Brent naik 13,6% dan WTI naik 15,2% sepanjang Oktober, kenaikan bulanan keempat berturut-turut untuk keduanya.

Harga didukung gangguan pelayaran di Hormuz. Sebuah tanker di Selat Hormuz diserang pada Jumat dengan alat peledak yang dipasang dari kapal kecil, menurut UKMTO. Sumber maritim menyebutnya serangan ranjau limpet pertama yang diketahui berhasil sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada Februari. Mediator Qatar tiba di Teheran pada Jumat dan Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan parameter negosiasi langsung. Namun penambahan kekuatan militer AS, termasuk kelompok kapal induk ketiga dan pasukan pendarat amfibi yang dijadwalkan tiba pada akhir November, menjaga premi risiko geopolitik.

Perkembangan akhir pekan beragam. OPEC+ mempertahankan target produksi Desember tanpa perubahan pada pertemuan Minggu, dan tidak mengumumkan penyesuaian tambahan atau jadwal kenaikan produksi. Sebagian besar produsen Teluk masih memproduksi jauh di bawah kuota, dan pertemuan 21 anggota pada 29 November akan menentukan kerangka kuota 2027. Di sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menggambarkan proposal yang dapat membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dalam dua hari, dengan pembicaraan di Qatar. Iran menuntut keringanan blokade, akses aset beku, dan keringanan sanksi minyak, namun belum ada kesepakatan yang diumumkan. Mojtaba Khamenei juga memerintahkan respons segera tanpa batas geografis terhadap ancaman baru.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bergerak volatil dengan bias menguat terbatas menjelang pemilu sela AS pada 3 November. Serangan terhadap kapal di Hormuz, kemungkinan serangan AS setelah pemilu, dan sikap keras Iran menopang harga. Namun proposal pembukaan Hormuz dalam dua hari dan peran mediator Qatar dapat memicu aksi ambil untung jika ada kemajuan nyata. Data tenaga kerja AS pada 6 November juga menjadi perhatian pasar.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $102,70-$101,29. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $105,26-$106,41.

Harga minyak mentah berjangka Brent (kontrak Januari) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $111,54-$109,66. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $114,80-$116,18.