Harga Emas Sesi Asia Senin Naik Terbantu Penurunan Harga Minyak

123

(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada di sesi perdagangan Asia hari Senin, 2 November 2026, terdukung penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi, serta kembalinya para pembeli harga murah setelah logam mulia tersebut mengalami penurunan bulanan tertajam sejak tahun 2008.

Meski demikian, risiko geopolitik yang muncul kembali dan aksi jual saham teknologi global terus membayangi prospek pasar.

Harga emas spot naik 0,9% menjadi $3.910 per ons, sementara harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 menguat 0,6% menjadi $3.920 per ons.

Emas berhasil pulih setelah sempat anjlok 3,7% pada sesi sebelumnya—penurunan yang membawa harga ke level terendah dalam satu tahun dan mencatatkan kinerja Oktober terburuk sejak 2008. Harga emas sempat menguat hingga 0,7% mendekati level $3.900 per ons seiring dengan langkah investor yang memanfaatkan penurunan harga tersebut.

Harga minyak turun selama dua sesi berturut-turut menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS pada hari Selasa. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih solusi diplomatik terkait konflik dengan Iran.

Prospek tercapainya kesepakatan memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi dan meredam kekhawatiran akan tekanan inflasi lebih lanjut.

Namun, risiko eskalasi militer tetap ada. Trump berulang kali mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu, sementara Teheran telah memperingatkan akan adanya respons balasan yang lebih luas.

Beberapa negara di kawasan Teluk Persia juga telah menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan AS lainnya dapat memicu konflik regional yang jauh lebih destruktif.

Aksi jual yang meluas pada saham-saham sektor teknologi turut memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia. Penurunan pasar ekuitas baru-baru ini mendorong para investor untuk melikuidasi kepemilikan emas guna menutupi kerugian di bagian lain portofolio mereka.

Saham-saham AS juga diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya pada hari Senin, menyusul aksi jual di Wall Street yang dipicu oleh kekhawatiran baru terkait investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Aksi jual yang dipimpin oleh sektor teknologi pekan lalu berkontribusi pada jatuhnya harga emas ke level terendah dalam satu tahun, seiring dengan langkah investor yang menjual emas—bersamaan dengan aset-aset lainnya—untuk menutupi kerugian di pasar saham.

Meskipun aksi beli saat harga murah (bargain buying) telah membantu harga emas pulih sebagian, volatilitas lebih lanjut pada saham teknologi serta ketidakpastian seputar konflik AS-Iran terus menghadirkan risiko bagi pemulihan harga logam mulia tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik jika harga minyak terus melemah. Namun jika dolar AS dan imbal hasil obligasi AS tetap kuat, atau tekanan jual di pasar saham berlanjut, akan dapat menekan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran kisaran Resistance 4.080. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.768.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.098. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 3.780.